banner 728x90

9 Ekor Gajah dari Way Kambas Ikut Ramaikan Karnaval HUT ke-9 Kabupaten Pringsewu

9 Ekor Gajah dari Way Kambas Ikut Ramaikan Karnaval HUT ke-9 Kabupaten Pringsewu

Sumaterapost, Pringsewu – Sembilan ekor gajah dari Way Kambas Lampung Timur ikut meramaikan karnaval Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-9 Kabupaten Pringsewu pada Jumat, 30 Maret 2018, pukul 14.00 Wib.

Kesembilan gajah, lima jantan dan empat betina itu ditunggangi Bupati Pringsewu H.Sujadi beserta istri, Wabup H.Fauzi beserta istri dan Dandim tanggamus Anang Hasto beserta Danramil Kapt. Redi, serta enam tamu duta besar negara tetangga.

Menurut Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sukarman, para pejabat dan duta besar menungganggi gajah setelah sekitar 70 peserta karnaval HUT ke-9 Kabupaten Pringewu terlebih dulu lewat dari panggung utama yang berada depan Tugu Bambu Pringsewu atau pada barisan terakhir.

Kemudian rombongan gajah berjalan kearah pusat Pringsewu atau sekitar 1 Km. “Ketika di pusat Pasar Pringsewu para pejabat dan duta besar turun. Sedang sembilan gajah akan terus melangkah ke arah Jalan KH. Gholib, Veteran dan kembali ke lapangan depan Pendopo Pringsewu,” jelasnya.

Tamu negara yang hadir pada HUT ke-9 Kabupaten Pringsewu, Duta Besar (Dubes) Serbia, H.E Slobodan Marinkovic dan Mrs. Mira Gnjatovic, Dubes Iraq Ablangkagdullah Hasan Saleh Alaawr, Madam Assma Mohammed Ahmed dan Mutar Abdullah Hasan Alaawr.

Dubes Belanda Mr. Carel de Groot; Oman, Mr. Anwar Ahmed M. Muqaibal, Uzbekistan, Mr. Mahmud Tohtiev dan Kamboja Mr. HOR Nam Bora dan Mr. Kao Visal. “Serta ada tiga orang dari Kemenlu yakni Goghot Pragota, Abdul Muis Azis dan Maria Maryana,” imbuhnya.

Pada karnaval itu, semua peserta berjalan diawali barisan pertama sembilan pasang anggota paskibra membawa bendera dan poster lalu dibelakangannya pasukan drum band. Kemudian barisan sembilan orang penunggang kuda dan secara berurut barisan 30 komunitas pertama diselingi barongsai dan ogoh-ogoh.

Lalu ada barisan Marcahing Band Pring Laras serba bambu, dilanjut 30 barisan kedua terdiri komunitas, lalu barisan sembilan pasang Muli Mekhanai. “Berakhir pada barisan iringan sembilan ekor gajah yang ditunggangi petinggi Pringsewu dan enam duta besar,” terangnya.

Kepala Kantor Kesbangpol mengimbau masyatakat, jika ada iringan gajah ini agar tidak memfoto menggunakan blizt, jangan ada bunyi petasan, sinar laser juga tidak ada suara hingar bingar. “Pokoknya jangan ada suara-suara keras atau sinar lampu. Nanti gajahnya akan ngamuk lari ketakutan,” tegas Sukarman.

Pantauan di lokasi hingga pukul 10.00 WIB, di Pringsewu sudah nampak ramai. Untuk mengantisipasi kemacetan, pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan akan mengalihkan kendaraan umum ke jalur alternatif.

Kendaraan umum dari Bandarlampung ke arah Tanggamus akan lewat Jalan Depan Pusri Sidoharjo menuju Pringombo, Pringkumpul dan tembus Pajaresuk. Sedang dari Tanggamus ke Bandarlampung dialihkan ke Jalan Olahraga, Satria masuk Jalan Pringadi atau Jalan jalur dua Sarinongko, Podomoro dan tembus depan Pusri Sidoharjo. (benk).



Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan