banner 728x90

Kades Sukajaya Azaienuri Diduga Salahgunakan DD dan ADD 2017

Kades Sukajaya Azaienuri Diduga Salahgunakan DD dan ADD 2017

Sumaterapost, Gedongtataan – Kepala Desa Sukajaya Lempasing, Azaienuri, diduga menyalahgunakan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa(ADD)tahun 2017 tahun lalu.

Menurut salah satu sumber yang dapat dipercaya, Dana Bundes  sebesar 95 juta, yang diperuntukannya untuk membeli mobil sampah, sesuai hasil rapat sampai sekarang mobil itu tidak jelas, ada atau tidaknya.

“Padahal sudah keputusan rapat untuk dibelikan mobil sampah  agar bisa diolah sehingga dapat menghasilkan, dan Kades tidak mempuyai hak lagi untuk mengkordinir dana bundes, karna kepanitiaannya sudah di bentuk, sebagai ketua Hermansyah, dan bendaharanya Komariah,” jelasnya. Jumat (29/3).

Namun dirinya juga menjelaskan, kalausannya selama ini kalau ada masalah dengan keuangan, kades masih tetap ikut campur walaupun struktur ke pengurusan sudah terbentuk, dan yang lebih parahnya lagi aparat desa tidak diperankan.

“Kalau dari segi pekerjaan sama saja tidak ada benarnya, contohnya saja pembuatan beton di dusun 3 hanya menghabiskan anggaran 52 juta, saya taupersis karna makai dana talangan, namun setelah DD keluar di anggarkan 94 juta lebih, kemana duit sisanya,” pungkasnya.

“Begitu juga pekerjaan yang lain, seperti paping volumenya banyak yang kurang ada yang 200 meter  biayaya 49 juta, drainase ada 3 titik  semua di nilai amburadul, pelatihan aparatur desa, PKK tidak ada yang dilaksanakan, ada indikasi telah merugikan negara ratusan juta rupiah, apabila diperlukan saya siap memberikan penjelasan pada aparat penegak hukum,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Ketua Bundes Hermansyah, dan Bendaharanya Komariah, pada saat mengambil duit di bank lampung, tanggal 24 agustus 2017 Kades ikut dalam mengambil uang tersebut.

“Setelah uang diterima oleh bendahara Bundes 80 juta, disitu langsung di ambil oleh pak kades katanya untuk membayar mobil sampah, namun hingga sekarang  belun ada laporan dari pak kades, apa sudah dibeli apa belum, memang masyarakat juga sudah banyak yang bertanya tanya tentang penggunaan dana untuk membeli mobil sampah yang sudah keputusan rapat itu,”singkatnya.

Saat di konfirmasi Kades Azaenuri saat diruangkerjanya, kamis(29/3), menyangkal semua tuduhan masyarakat yang mendukung dirinya telah menileb dana DD/ADD, dana bundes 80 juta itu.

“40 juta dipakai untuk bayar mobil, 20 juta untuk modal pengolahan sampah, dan 20 juta di pakai untuk merehab kantor, sebenarnya tidak ada masalah tapi pengurus bundes tidak aktip sibuk dengan pekerjaan mereka, maka saya yang mengambil alih, sebab saya sebagai penanggung jawab,”kilahnya.

“Kalau untuk pekerjaan fisik itu tidak benar, sapa yang melaporkannya mohon saya di kasih tau, masalah beras saya bagi rata dapat 4 kg, karna dulu kita dapat 8 ton, sekarang hanya 5,8 ton, kalau sekedar bayar 2 sampai 3 ribu, ya wajar wajar saja untuk ongkos menurunkan dari mobil,” pungkasnya. (MH/PS).



Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan