Sumaterapost.co

Setiap Orang Punya Cerita

banner 728x90

Lulusan Pesantren Bukan Kendala Untuk Sukses

Lulusan Pesantren Bukan Kendala Untuk Sukses

Sumaterapost, Sawahlunto – Wakil Walikota Zohirin Sayuti mengajak masyarakat untuk menepis anggapan keliru bahwa kalau bersekolah di MAN/MTs/Pesantren, nantinya sulit untuk melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi serta mencari pekerjaan. Ditegaskan Wawako Zohirin, anak-anaknya sendiri juga bersekolah di Pesantren dan tidak ada kendala masuk Perguruan Tinggi, malahan ada anaknya tersebut yang lulus di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Hal itu disampaikan Wawako Zohirin Sayuti saat menjadi inspektur upacara Hari Santri Nasional, di Pondok Pesantren Yayasan Ababil Kenagarian Lunto, Desa Lunto Timur, Kecamatan Lembah Segar, Senin (22/10).

“Mungkin masih ada yang beranggapan bahwa bersekolah di sekolah agama/pesantren, nantinya untuk kuliah, atau kerja, sulit, susah lulus, segala macamnya. Tidak ada seperti itu, lulusan sekolah agama/pesantren tidak ada batasannya untuk kuliah, untuk melamar kerja , segala macamnya,” kata Zohirin.

“Anak saya sendiri, ada 3 orang yang sekolahnya di pesantren. Sudah bekerja, sudah kuliah, dan tidak ada yang bermasalah untuk kuliah, lancar-lancar saja. Malahan ada anak saya itu yang tamat pesantren, kemudian lulus di Institut Teknologi Bandung (ITB), sementara adiknya lulus di Universitas Andalas (UNAND),” cerita mantan Sekda Sawahlunto itu.

“Jadi kita harusnya bangga sekolah agama, jadi santri, atau anaknya sekolah di pesantren. Insya Allah, bersekolah di pesantren, anak-anak belajar, memahami ilmu dunia dan ilmu akhirat, bukankah generasi seperti ini yang kita idam-idamkan? Generasi yang mampu menguasai dunia, mampu juga beribadah guna menguasai akhirat,” ujar Wawako Zohirin.

Pesantren, lanjut Zohirin memiliki fungsi strategis membentuk generasi intelektual nan beretika. Fungsi ini jelas memiliki peran besar bagi masa depan bangsa ini, sehingga apresiasi dan perhatian terus diberikan pada pesantren/sekolah-sekolah agama.

Pemko Sawahlunto sendiri, terang Wawako Zohirin Sayuti juga terus memberikan perhatian pada pendidikan keagamaan di ‘Kota Arang” tersebut. Melalui Dinas Pendidikan Kota itu, sejumlah program untuk mendukung pendidikan keagamaan terus dilakukan.

Terkait tema Hari Santri Nasional tahun 2018 ini, yakni “Bersama Santri Damaikan Negeri”, Wawako Zohirin membacakan pidato sambutan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifuddin. Dalam pidato sambutannya tersebut, Menag Lukman Hakim menekankan agar kehadiran santri dapat membawa ketenangan dan kedamaian ke tengah-tengah masyarakat.

Seusai upacara yang juga dihadiri Kepala Kemenag Sawahlunto beserta jajaran itu, ditampilkan juga kesenian musik religi Hadroh yang diisi dengan 12 personil Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Yayasan Ababil Kenagarian Lunto tersebut. (Christian Saputro)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan