Sumaterapost.co

Setiap Orang Punya Cerita

banner 728x90

Prajurit Marinir Juara Tembak Berburu MSC Lampung Dalam Rangka Menyambut HUT Korps Marinir ke 73

Prajurit Marinir Juara Tembak Berburu MSC Lampung Dalam Rangka Menyambut HUT Korps Marinir ke 73

Sumaterapost.co – Petembak Yonif 7 Marinir berhasil menjadi yang terbaik pada Kejuaraan Berburu MSC ( Merine Shoting Club) Lampung dalam Rangka memeriahkan HUT Korps Marinir ke 73 yang di ikuti seluruh clup Perbakin Lampung tempat pelaksanaan di P. Ligundi, Punduh pidada dan sekitarnya Kabupaten Pesawaran Lampung, Minggu,( 28 10 2018)

Serda Marinir Samsudin bersama rekan satu Timnya Praka Mar Willy berhasil menembak babi hutan sebanyak 6 ( enam) ekor babi dan mendapatkan hadia utama karena berhasil mendapatkan hasil buruan babi terberat 8,7 kg. Posisi kedua diraih Ko Alin dan Andre dengan hasil buruan sebanyak 5 ekor babi, disusul peringkat tiga, H. Jun dan Hambang dengan hasil buruan sebanyak 3 ekor babi. Kejuaraan tersebut diikuti 31 tim petembak dari Perbakin Lampung yang aktif. Hadiah utama dalam perlombaan berburu kali ini adalah 1 ( satu) buah sepeda motor Honda Beat dan tropy serta Uang pembinaan.

Dalam amanatnya Ketua umum MSC pusat Brigadir Jendral TNI ( Mar) Nur Alamsya, M.Tr Hanla, menyampaikan ucapan rasa Syukur kepada Allah Swt atas terlaksananya seluruh rangkaian acara dengan tertib aman dan lancar, dan apresiasi serta penghargaan yang setinggi- tingginya kepada penyelenggara dan para peserta dengan hasil yang memuaskan.

“Dalam suatu perlombaan pasti ada yang menang dan kalah , untuk para pemenang jangan cepat berpuas diri karena kedepan masih banyak event yang serupa , bagi peserta yang belum meraih kemenangan harus selalu berlatih , berlatih dan berlatih sehingga akan membuahkan hasil yang terbaik” ucapnya.

Ketua Bidang Lomba Mayor Mar Sukirno H W. menjelaskan, hasil penilaian adalah untuk juara 1 – 3 hasil buruan terbanyak dan hasil buruan yang terberat untuk juara utama.

”Tiap peserta menyetorkan babi hutan dari hasil berburu ke tempat penimbangan sebanyak mungkin dan hasil buruan yang di anggap paling besar dan berat akan di timbang setelah jeroan dihilangkan, jadi hanya daging dan tulang saja yang ditimbang, karena hasil buruan babi terberat sebagai hadiah utama. Jika ada berat yang sama, maka penilain ditambahkan dari banyaknya hasil buruan babi”, ungkapnya. (*)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan