banner 728x90

Resmen Khadafi dan Eddy Rifai Adu Argumen Soal Hukum Terkait Skandal Ridho dan Sinta

Resmen Khadafi dan Eddy Rifai Adu Argumen Soal Hukum Terkait Skandal Ridho dan Sinta

Sumaterapost.co–Berikut ini kutipan dialog di medsos antara Resmen Khadafi, SH dari Jaringan Kerakyatan (JK) dan DR. Eddy Rifai dari Unila terkait perbuatan tercela antara Gubernur Lampung Ridho Ficardo dan Sinta Melyati. Yang, tentu saja memicu banyak komen netizen tadi malam.

Resmen Khadafi, SH, saya mengutip kata Desmon (Ketua Komisi III DPR) masak komisi hukum ngak ngerti hukum. Mungkin dalam permasalahan ini bisa menerapkan teori hukum progresif.

Kalau ini delik aduan kemudian tidak ada yg mengadu maka persoalan selesai. Kemungkinan kedepan akan ada pejabat publik yang melakukan perbuatan tercela dan berselimut ketidak berdayaan hukum dalam menjangkau permasalahan, yang membuat status imam batal kara dia telah keluar sperma pada saat jadi imam.

Pertama apakah seorang pejabat publik yg dipilih oleh masyarakat kemudian melakukan perbuatan tercela dan istri enggan melaporkan kepada pihak kepolisian karena takut jabatan suaminya hilang apakah masyarakat yg memilihnya untuk menjadi pemimpinnya tidak dapat melaporkan kepada petinggi negeri ini agar dapat diproses? Mohon pencerahan dari Bang Eddy Rifai

DR. Eddy Rifai, menjawab dalam hukum itu ada hukum pidana materiil dan pidana formil. Yg materiil mengatur norma2 yang dilarang atau dibolehkan.

Penegakkan hukumnya oleh hukum pidana formil. Apabila ada suatu peraturan yg dilanggar, maka yg bekerja adalah hukum pidana formil, yaitu polisi, jaksa, hakim, petugas LP, advokat dengan mencari dan mengumpulkan barang bukti yang sah menurut Kuhap dan putusan MK No 20 Tahun 2016..

Dalam delik kesusilaan UU mengatur delik itu adalah aduan, dimana tanpa aduan menjadi bukan delik. Kalau mau gunakan hukum progresif, maka di judicial review dulu ke MK.

Penyidik akan menetapkan tersangka dg minimal 2 alat bukti. Begitu juga JPU dan hakim memutus dg minimal 2 alat bukti yang sah.

Kalau buktinya ilegal maka tidak sah. Masalah yg kawan2 angkat ternyata pengadunya sdh mencabut kuasa dan pengaduan, “Barang buktinya ilegal….di situ kadang saya merasa sedih!” (tim)



Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan