banner 728x90

Semarang Sketchwalk, Merayakan Kebersamaan Lewat “Nyeket Bersama”

Semarang Sketchwalk, Merayakan Kebersamaan  Lewat “Nyeket Bersama”

Sumaterapost – Semarang Sketchwalk (SSW) merupakan sebuah sebuah komunitas yang berangkat dari kesamaan hobi  menggambar obyek secara langsung di luar ruang atau membukukan objek dalam bentuk gambar sketsa. Anggota komunitas ini multilintas,tak memandang umur, agama, ertnis,  pekerjaan dan yang lainnya. Jadi, anggota komunitas ini dari anak-anak hingga yang berumur sepuh, dari tingkat siswa Taman Kanak-Kanak hingga Profesor. Dari berbagai profesi antara lain, pelukis, pelajar, mahasiswa, pedagang, pengacara dan berbagai profesi lainnya.

Kiprah dan konsistensi Semarang Sketchwalk di Kota Atlas ini dalam bidang seni tak diragukan lagi, baik melalui kegiatan pameran maupun aktivitas anngotanya dalam berkarya maupun berjejaring tak hanya lokalan tetapi berskala, nasional dan internasional.

Ketua Semarang Sketchwalk (SSW) Tatas Sehono didampingi Seksi Humas dan Dokumentasi Suwito,   memaparkan, wadah SSW ini terbentuk pada tahun 2013. Pada awal-awalnya kumpul-kumpul para pehobi penggambar sket alias sketser. Pada awalnya, kegiatan hanya digelar  sebulan sekali.  Para anggota bersepakat mengadakan kegiatan “nyeket “ bersama pada minggu ketiga. Tetapi kini lebih sering dan tak hanya di Kota Semarang. Belum lama ini SSW mengikuti Travel Sketcher di Yogyakarta.

Wadah komunitas Semarang Sketchwalk ni memanfaatkan karya sebagai sarana berkomunikasi baik yang berskala lokal, nasional maupun internasional. SSW selain terus berupaya meningkatkan kualitas karya, wadah  hobi yang berunsur rekreatif ini selalu menjunjung tinggi kebersamaan.“Pokoknya, kegiatan kami asik-asik aja, niatan kami menggambar bersama dengan keguyuban dan kerukunan,” tandas Tatas panggilan akrab Ketua SSW kepada indochinatown,di sela-sela acara “Nyeket “  dan Ngopi Bersama bersama NHM Mandiri,di Kota Lama, Semarang,  Minggu (18/3)

Lebih lanjut, Tatas memaparkan, SSW secara secara tidak langsung berafiliasi dengan  lembaga Urban Sketcher dunia yang menekankan perkotaan dan lingkungan sebagai obyek karya dengan proses menggambar yang  dilakukan langsung di lokasi alias On The Spot.

Sementara itu, Seksi  Humas dan Dokumentasi Suwito, menambahkan, SSW dalam kiprahnya mempunyai visi, untuk memperjuangkan  peradaban dengan memberi nilai pada kearifan lokal serta membuka seluas-luasnya wacana dunia.”Kami bertekad memabngun “rumah” kekaryaan dan pengharapan,” terang Suwito pada

Penyuka fotografi ini, menambahkan, kalau SSW punya misi edukasi, yaitu,belajar sketsa bersama,

memperluas keminatan dan ketrampilan menggambar. SSW terus berupaya meningkatkan profesionalitas anggotanya dengan membangun jejaring dan kerjasama dengan stakeholder. “SSW juga punya misi untuk mengenalkan budaya setempat di dunia luas. Salah satu programnya menggelar event Kampong To Kampung yang sementara itu membidik kampung-kampung seputaran Kota Semarang,” pungkas  Suwito. (Christian Saputro)



Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan