10 Produksi UKM Jateng Turut Andil Ekspor ke Pasar Global

BOYOLALI SumateraPost.co – Jawa Tengah berkontribusi melepas nilai ekspor sebesar Rp 27, 485 miliar pada kegiatan Pelepasan Ekspor Produk Indonesia yang Bernilai Tambah dan Sustainable ke Pasar Global secara serentak di 14 provinsi.

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen yang turut hadir mengatakan, di Jawa Tengah terdapat 10 perusahaan yang masih berskala UKM turut andil dengan mengekspor produksinya. Selain itu juga 16 perusahaan berskala besar.

10 perusahaan berskala UKM itu di antaranya CV JAMF, CV Rayung Pelangi, CV Radiant Suryatama, CV Aulia Jati Indo Furni, CV Albab Furniture, CV Sandimas Makmur Sejahtera, PT Lestari Jaya Bangsa,
PT Tri Sinar Purnama, CV Accent House dan UD Sinar Mulyo.

Untuk PT Lestari Jaya Bangsa (Banyumas) mengekspor produk herbal, PT Tri Sinar Purnama (Semarang) mengekspor cor sambungan pipa besi dan CV Rayung Pelangi (Purbalingga) mengekspor sapu rayung. Pemberangkatan ekspor serentak di Jawa Tengah, dipusatkan di PT PAN Brothers yang selama pandemi ini mengekspor garmen, masker dan APD.

Baca Juga :  Diskriminasi CPNS Penyandang Disabilitas, BKD Pemprov Jateng Langgar Surat Menteri PAN-RB

Negara tujuan ekspor produk Jawa Tengah, kata Wagub, beberapa negara Uni Eropa, Timur Tengah, negara-negara ASEAN, Amerika Serikat, Australia, Israel, Korea Selatan, Jepang, India, Brazil, Meksiko dan Nigeria. Pada periode Februari-Agustus, para pelaku usaha pun sempat mengalami penurunan pesanan. Akan tetapi, kini sudah kembali bergeliat.

“Mereka sebenarnya optimistis Di masa pandemi covid memang, mulai Februari sampai Agustus ada pengurangan (permintaan pasar). Tapi di periode saat ini, Alhamdulillah, permintaan ekspor mulai meningkat. Akan tetapi memang masih ada kendala-kendala yang harus kita benahi bersama,” tuturnya.

Baca Juga :  Penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Kategori Lansia Wilayah Surakarta Dipermudah

Kendala yang dihadapi pelaku usaha/eksportir saat ini menurut Wagub, di antaranya kesulitan mendapatkan kontainer. Salah satunya penyebabnya adalah turunnya operasional di transshipment port.

Di samping itu, shortage contoiner juga akibat menurunnya volume impor, sehingga kontainer yang masuk ke Indonesia berkurang. Masalah ini tidak hanya terjadi di Jawa Tengah, tetapi hampir di semua pelabuhan di Indonesia.

“Kendala kontainer bukan hanya di Jateng. Kendala ini nasional. Maka ini tadi saya sudah bicara dengan Kepala Dinas Perindag (Arif Sambodo), bahwa ini sudah dimusyawarahkan, kita dudukkan, kita cari solusinya,” jelasnya.

Wagub juga mengaku senang, karena, saat ini Pelabuhan Kendal yang memiliki dermaga multipurpose sepanjang 218 meter, sudah mulai tumbuh dan bergeliat. Pelabuhan Kendal memang didorong menjadi pelabuhan pendukung Tanjung Emas, sehingga bisa mengurangi penumpukan kontainer.

Baca Juga :  PPKM di Kabupaten Cilacap Akan Diperpanjang, Ini Tanggapan Dandim

Saat memimpin pelepasan ekspor Presiden RI Joko Widodo, Jumat (4/12/2020) secara virtual di Jakarta dalam sambutannya menyampaikan, kunci mendongkrak pertumbuhan ekonomi saat ini adalah meningkatkan ekspor. Sehingga, menghasilkan devisa negeri dan mengurangi defisit transaksi berjalan.

“Memang di situasi pandemi dan ekonomi global yang sedang lesu saat ini, berdampak pada pasar ekspor yang pasti menurun. Namun kita tidak boleh menyerah. Kita harus lebih jeli melihat peluang pasar ekspor yang masih terbuka lebar di negara-negara yg saat ini jg mengalami pandemi,” pesan Presiden.

Jokowi juga mengingatkan, bahwa potensi komoditas Indonesia masih sangat besar. Baik dari sisi keragaman produk/ komoditi, dari sisi kreativitas, kualitas, dan dari sisi volume. Kunci untuk memenangkannya adalah pro aktif, dan jangan pasif.(hms/sugiarto).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here