Lapas Pemuda Langkat Utamakan Pendekatan Humanis Bagi Warga Binaan

SumateraPost.co, Langkat, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Pemuda, Kabupaten Langkat, berkomitmen mengutamakan pendekatan humanis dalam mendukung pelayanan pemasyarakatan dan penanganan warga binaan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Pemuda, Anton Setiawan, saat membuka acara media gathering mendukung resolusi pemasyarakatan di gedung lembaga pemasyarakatan terkait, Kamis (27/02/2020) pagi.

“Yang pasti, saat ini kita berkomitmen menerapkan pendekatan humanis dengan warga binaan,” ungkapnya, usai mendengarkan pidato Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami, melalui video konfrens.

Dikatakan Anton, pendekatan humanis atas penanganan warga binaan di lingkungan Lapas Kelas III Pemuda, Kabupaten Langkat dilakukan dengan berpedoman pada deklarasi janji kinerja dan resolusi pemasyarakatan yang diluncurkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI, Sri Puguh Budi Utami

Hal tersebut diterapkan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan satuan pemasyarakatan dan mencegah tindakan anarkis warga binaan. Dalam arti, penanganan warga binaan dilakukan tanpa diskriminasi, tanpa intimidasi dan kekerasan, serta tanpa melalui prosedur administrasi yang bertele-tele.

“Tujuannya itu hanya dua, yakni menjadikan lapas sebagai tempat pembinaan yang efektif bagi narapidana, serta membangun paradigma positif masyarakat bahwa lapas saat ini adalah tempat yang bersih dari pungli dan kekerasan,” terang Anton.

Secara tegas dia mengakui ada dua persoalan utama yang saat ini tengah dihadapi Lapas Kelas III Pemuda, Kabupaten Langkat. Dua hal itu ialah jumlah warga binaan yang melebihi kapasitas lapas, dan keterbatasan jumlah petugas pemasyarakatan.

Hanya saja dia menilai kedua persoalan ini pada dasarnya dapat diselesaikan, jika memang regulasi hukum diterapkan dengan tepat dan efektif.

Sebagai contoh, pemerintah dapat menekan jumlah warga binaan dengan memaksimalkan proses rehabilitasi bagi pelaku kejahatan narkotika kategori pemakai, mengoptimalkan sanksi sosial dan denda bagi pelaku tindak pidana ringan, termasuk menerapkan sistem tahanan rumah atau tahanan kota agar jumlah penghuni rumah tahanan (rutan) dapat dikontrol.

“Dengan demikian, seluruh upaya ini diharapkan bukan hanya efektif dalam menekan jumlah penghuni lapas dan rutan, tetapi juga mengoptimalkan kinerja petugas pemasyarakatan yang jumlahnya terbatas,” ujar Anton.

Apalagi saat ini Lapas Pemuda Kelas III Langkat menampung sedikitnya 1.017 warga binaan, meskipun kapasitasnya hanya untuk 480 warga binaan.

Beruntung menurutnya, Lapas Kelas III Pemuda, Kabupaten Langkat, memiliki program pembinaan yang cukup diandalkan, sebagai bekal bagi warga binaan dalan menjalani kehidupan ekonominya kelak.

Beberapa program pembinaan khusus yang dilaksanakan pihaknya. Antara lain, mengikutsertakan warga binaan dalam program pelatihan dan keterampilan membuat produk mebel, teknologi pertanian, serta jasa konstruksi.

Sehingga selain membekali warga binaan dengan keterampilan dan pengetahuan beriwirausaha, kemampuan finansial yang mereka hasilkan selama menjalani masa hukuman diharapkan pula membantu meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

“Selain bagian dari upaya pembekalan kemampuan dan keterampilan bagi warga binaan, pada dasarnya kita juga berusaha untuk memperbaiki kualitas pelayanan satuan pemasyarakatan secara utuh,” seru Anton.

Hal tersebut mencakup pemberian remisi dan program integrasi bagi wafha binaan, pelaksanaan rehabilitaai medis dan sosial, peningkatan nilai gizi makanan, pencegahan penyakit menular, penyelesaian overstaying, serta optimalisasi revilatisasi pemasyarakatan dalam rangka penyelesaian overcrowding.

Selain itu pula, diperlukan pembentukan kelompok masyarakat peduli pemasyarakatan, sekolah mandiri bagi warga binaan anak, serta merealisasikan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM). (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here