Sidang Perdata Penarikan Kendaraan Oleh Debt Colektor Berlangsung Cepat

SumateraPost, Bogor – Sidang lanjutan Perdata No 184 atas gugatan Iin Darliaman terkait penarikan unit kendaraan ditengah jalan oleh jasa penagihan diduga atas perintah leasing NSC berlangsung cepat.

Agenda sidang yang dijadwalkan pukul 13:00 WIB di Pengadilan Negeri (PN) Bogor molor beberapa jam dan sidang baru dilaksanakan pukul 15:30 WIB. Persidangan dipimpin Ketua majelis hakim Siti Nuryani Hasanah anggota Ummi Kusuma Putri dan Matilda Kristina Katarin Selasa (2/3/2021) petang.

Baca Juga :  Operasi Kurma, Polres Bogor Kota Siagakan 800 Personel

Penggugat Iin Darliaman menyampaikan Replik berlansung cepat dan Duplik dari tergugat Leasing NSC digelar Selasa depan. Penundaan sidang, karena ada program vaksinasi di PN Bogor dan sebelumnya PN Bogor tutup total karena lock down.

Sidang yang dinilai cukup cepat ini berlansung di ruang sidang utama Cakra. Pihak leasing NSC diwakili oleh stap legal Bagas. Hanya saja wartawan kesulitan untuk bertanya pada legal NSC dan cepat sekali menghilang tak diketahui pergi lewat pintu mana.

Baca Juga :  Puskesmas Losarang Lakukan Vaksinasi Dosis Kedua untuk Pelayan Publik Dan Lansia

Diberitakan sebelumnya, Pasca ditarik paksa kendaraan ditengah jalan, oleh petugas jasa penagihan dari pihak ketiga PT Lucretia Eksepsi leasing PT NSC, debitur Iin Darliaman nekad ingin taklukkan “finance nakal” sebelum lapor pakde.

“Umumnya debitur dalam posisi lemah dan didentikan konsumen selalu berada di pihak dikalahkan/salah ketika berhadapan dengan leasing,” kata Iin Darliaman pada Sumatera Post di PN Bogor Rabu (24/2/2021).

Akibat penarikan tersebut, pihaknya ingin jajal leasing salah satu gugat perdata dan pidana dengan melaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur untuk pidana. Sebelum di laporkan ke Pakde (Presiden-red)

Baca Juga :  Kapolri Resmikan Aplikasi SIM Presisi Nasional, Perpanjang SIM Bisa Dari Rumah

Kenekatan itu katanya setelah melihat realita dilapangan konsumen, pada dasarnya konsumen selalu dalam posisi dirugikan atau posisi lemah dan dikalahkan.

“Maka kita coba, digugat perdata dan pidana dan leasing seakan dipihaj yang diuntungkan dan diposisi kuat, itu yang terjadi di negeri ini” ungkapnya. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here