Sumaterapost.co – Binjai | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai, Sumatera Utara, mencatat 582 keluarga pada sembilan kelurahan dari empat kecamatan di daerah itu menjadi korban terdampak banjir, Jumat (26/11/2021).
Bencana itu sendiri terjadi menyusul hujan deras yang mengguyur Kota Binjai sejak Kamis 25 November 2021 malam. Dalam hal ini, banjir yang melanda daerah tersebut terbagi jadi dua kategori, yakni banjir akibat luapan air sungai dan banjir akibat genangan air.
Sesuai data yang dihimpun pada Jumat 26 November 2021 siang hingga pukul 11.00 WIB, sebanyak 284 keluarga tercatat sebagai korban terdampak banjir luapan air Sungai Bangkatan dan Sungai Mencirim di Kecamatan Binjai Selatan. Rinciannya itu, 64 keluarga di Kelurahan Rambung Timur, 151 keluarga di Kelurahan Barat, 56 keluarga di Kelurahan Binjai Estate, dan 13 keluarga di Kelurahan Pujidadi.
Selain Kecamatan Binjai Selatan, dampak banjir luapan air Sungai Bangkatan juga dirasakan 160 keluarga di Kecamatan Binjai Kota, terdiri dari 150 keluarga di Kelurahan Setia dan 10 keluarga di Kelurahan Kartini.
Sebaliknya, dampak banjir akibat genangan air dirasakan 75 keluarga di Kelurahan Nangka dan 30 keluarga di Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Binjai Utara, serta 33 keluarga di Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat.
“Meskipun dampak banjir hampir merata melanda daerah bantaran sungai dan kawasan pemukiman dengan kategori dataran rendah, namun sampai saat ini kita tidak ada menerima laporan terkait korban jiwa,” ungkap Koordinator Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Binjai, M Surya Wijaya.
Sebagai upaya penanggulangan dan antisipasi kemungkinan terjadinya bencana banjir susulan, diakui Surya, Satgas BPBD Kota Binjai sampai saat ini masih disebar ke sejumlah wilayah terdampak banjir untuk membantu warga yang menjadi korban.
“Selain itu, kita juga masih terus aktif memantau kondisi cuaca, serta mengamati debit dan ketinggian permukaan air sungai di kawasan hulu, termasuk menginventarisir sarana dan prasarana yang mengalami kerusakan akibat banjir,” jelasnya. (andi)




