SumateraPost, Binjai – Satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya luka berat dalam insiden kecelakaan maut antara bus dan truk di Jalinsum Medan-Banda Aceh, Dusun V Abdul Kadir, Desa Tandam Hulu II, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (27/08/2021) pagi.
Berbagai spekulasi pun muncul dari publik terkait dugaan penyebab terjadinya tabrakan dahsyat antara dua kendaraan besar itu, mulai dari indikasi adanya kelalaian pengemudi, kerusakan pada kendaraan, hingga desas-desus terkait campurtangan mahluk gaib.
Akan tetapi berdasarkan hasil penyelidikan personel Unit Kecelakaan Satuan Lalu-Lintas Polres Binjai dan diperkuat keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, kuat dugaan kasus kecelakaan tersebut dipicu oleh permasalahan teknis.
Kepala Kepolosian Resor Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo, melalui Kepala Satuan Lalu-Lintas, AKP Joko Lelono, menyatakan, sebelum terjadinya tabrakan didapati bukti jika Truk Box Mitsubishi Fuso BL 8593 NP terlebih dahulu mengalami pecah ban depan sebelah kanan, saat melaju kencang dari arah Banda Aceh menuju Medan.
Insiden itu pun menyebabkan laju kendaraan tidak terkendali hingga akhirnya masuk ke jalur berlawanan. Nahas di waktu yang bersamaan, melintas pula dalam keceoatan tinggi Bus CV Murni BK 7194 LD dari arah Medan menuju Banda Aceh.
Sebaliknya, karena posisi bus dan truk berada dalam satu jalur, seketika itu kedua kendaraan terlibat tabrakan dahsyat. Akibatnya bagian depan kedua kendaraan ringsek berat, hingga menyebabkan sopir Bus CV Murni meninggal di tempat dan tiga penumpangnya luka berat.
“Hanya saja sesaat setelah kecelakaan itu terjadi, keberadaan si pengemudi truk justru tidak teridentifikadi. Dia diduga telah terlebih dahulu melarikan diri, dan disinyalir hal itu dilakukannya karena takut diamuk massa di TKP,” terang Joko, Jumat (27/08/2021) siang.




