Sumaterapost | Medan – Setelah sukses gelaran balap motor tingkat internasional (World Superbike-WSB) di Sirkuit Mandalika, Lombok NTB pada November 2021 lalu, harapan masyarakat Sumatera Utara agar dapat menggelar even serupa di area Serba Sirkuit sekitar Danau Toba.
Harapan tersebut agaknya akan terpenuhi karena gelaran even balapan internasional atau WSB di area Danau Toba Sumut.
Menteri Kordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI Luhut
Binsar Panjaitan, menyatakan rencana gelar balapan olahraga air power boat race di Danau Toba, memang didorong suksesnya even balapan WSB di Mandalika sebelumnya.
Luhut mengemukanan rencana itu
itu saat menjawab pertanyaan Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana di sesi Dialog Vrtual Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia PHRI) 2022 di Hotel Pangeran Beach, Padang, Sumatera Barat, Rabu (9/2/2022).
Luhut juga tegaskan Presiden Jokowi telah setuju akan gelar even olahraga internasional di Danau Toba. Luhut juga telah berkomunikasi dengan Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak dan para bupati se-Kawasan Danau Toba (KDT) untuk segera membersihkan keramba-keramba jaring apung (KJA) di perairan Danau Toba itu.
Sikap Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana yang bertanya langsung ke pak Luhut tentang rencana balapan internasional di Danau Toba, langsung diapresiasi masyarakat daerah ini.
Soalnya, tak sampai seminggu setelah even WSB Mandalika, para pelaku bisnis wisata di Sumut tergugah sekaligus berharap agar even kelas dunia itu bisa juga digelar di destinasi wisata Danau Toba dan rencana itu mulai terjawab.
“Bahkan hal ini terlihat sekaligus momen bagi semua pihak berperan membersihkan semua KJA di perairan Danau Toba,” ujar Clement HJ Gultom, pengurus komunitas motor balap Expedition Trail Indonesia Mania (X-TRIM) Sumut, kepada pers, Kamis lalu.
Hal senada juga diungkapkan pehobi safari mobil jelazah (off road race) Dadang Suhendi (Kepala Kanwil ATR-BPN Sumut), bahwa gelaran perlombaan berskala internasional di Danau Toba merupakan momen penting pemulihan bisnis pariwisata, terutama pasca dampak wabah pandemi Covid-19.
Dia juga mengapresiasi kepedulian PHRI Sumut yang menanyakan langsung kepada Menko Luhut soal rencana gelar balapan di Danau Toba.
PHRI selaku produsen akomodasi wisata mempunya kepentingan destinasi terkait multiplier effect ekonomi publik, khususnya terhadap nasib para pekerja hotel termasuk hotelnya juga.
“Kalau ada even semacam ini, apalagi skala internasional dan rutin pula, hotel-hotel dan para pekerjanya kan bisa ‘bernafas
lega’ lagi,” katanya optimis temu pers di kantornya.
Apresiasi lain dari Ir Raya Timbul Manurung MSc dari North Sumatera Tourism
Board (NSTB), yang cetuskan gagasan sudah saatnya Danau Toba juga dijadikan sirkuit aneka lomba balapan tingkat internasional.
Soalnya potensi serba sirkuit seperti sirkuit perairan untuk Solu Bolon atau lomba power boat, lomba renang lintas pulau, balap sepeda Toba de Tour, balap mobil (rally) di sirkuit darat sekitar Danau Toba, lomba motor (Moto Cross) keliling Samosir dan lainna.
“Ada tiga alasan Danau Toba layak menggelar even dunia melebihi Mandalika. Pertama, Danau Toba sudah ditetapkan sebagai objek wisata destinasi super-prioritas (DSP).
Danau Toba adalah potret-target destinasi Bali ke-5 (mulanya 10 Bali Baru—2018), dan Danau Toba merupakan objek taman bumi (geopark) kelas dunia pasca terdaftar di UNESCO dengan nama Toba Caldera
UNESCO Global Geropark (TC-UGG).
“Setidaknya ketiga hal ini mengharuskan Danau Toba bersih total, tanpa keramba, karena akan banyak orang akan bercebur ria ke air danau,” katanya.
Sebelumnya, PHRI Sumut melalui Sekretaris Dewi Juita Purba, Rabu malam via seluler membenarkan adanya sesi dialog langsung Ketua PHRI Sumut Denny Wardhana kepada Menko Marves Luhut Panjaitan terkait rencana gelaran even lomba sekelas
Mandalika di Danau Toba, meski belum memperoleh jawaban kapan even itu akan dilaksanakan.
“Itu benar. Pak Luhut dan Pak Sandiaga dengan simpati melayani dan menjawab pertanyaan Denny dan para peserta Rakernas PHRI di Padang ini. Ada tiga menteri yang hadir secara virtual,” ujarnya.
“Sejak berangkat dari Medan kami memang sudah bincangkan itu untuk ditanya langsung kepada pak menteri itu. Para peserta Rakernas cukup puas dan mengapresiasinya,” tambahnya Dewi Purba.(bay/rel)




