Sumaterapost.co | Bandar Lampung – Sebanyak 287 mahasiswa Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Bandar Lampung, siap diterjunkan ke-27 Kelurahan di 5 (lima) Kecamatan di Kota Bandar Lampung dalam rangka melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Kelima Kecamatan yang menjadi sasaran KKN tersebut adalah, Tanjungkarang Barat, Teluk Betung Barat, Teluk Betung Timur, Kecamatan Kemiling dan Kecamatan Langkapura.
Rektor Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Lina Maulidiana mengatakan, ke 287 mahasiswa Universitas Saburai akan melaksanakan program KKN selama lebih kurang 40 hari, mulai 20 Februari sampai 30 Maret 2022.
Sebelum diterjunkan, para mahasiswa tersebut telah dibekali dengan ilmu pengetahuan dari Ketua Yayasan Pendidikan Saburai Prof. Sugeng P Harianto, dari Wakil Rektor I, Sri Zanariah, dari Senator asal Lampung Bustami Zainudin dan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Lampung.
Ketua Panitia Pelaksanaan KKN Universitas Saburai, Septa Riady mengatakan, pelaksanaan KKN mahasiswanya kali ini, dititikberatkan pada program lingkungan dan kelestarian alam.
“Untuk itu, telah disiapkan sebanyak 3.000 pohon produktif dan mangrove untuk ditanam di lokasi KKN,” ujarnya.
Pelaksanaan KKN Mahasiswa Universitas Saburai tahun 2022 ini, berbeda dengan pelaksanaan KKN yang biasanya menginap di desa/kelurahan, tetapi karena pelaksanaannya di Bandar Lampung, sehingga mereka pergi pulang dari rumah masing-masing.
Septa menegaskan, karena KKN ini diadakan pada masa pandemi, sehingga mahasiswa tidak kita tugaskan untuk mengumpulkan warga, “Selama pelaksanaan KKN tetap menjalankan protokol kesehatan (Prokes),” tambahnya.
Dia mengharapkan, setelah mengikuti KKN, para mahasiswa akan mendapatkan pengalaman dan menerapkan ilmu pengetahuan yang diperolehnya selama di kampus ke tengah-tengah masyarakat.
“Melalui KKN ini diharapkan, selain mahasiswa kita mendapatkan ilmu juga pengalaman, kemudian masyarakat dan lingkungan juga mendapatkan manfaatnya,” tambahnya.




