Sumterapost.co | Medan – Tegas, berani dan gesit. Paling tidak itulah kesan ketika menjumpai Dr. Tiromsi Sitanggang, kegesitan wanita kelahiran Asahan 8 Agustus 1968 silam ini dalam hal ia bekerja sehari- hari.
Bukan cuma sebagai ibu rumahtangga tapi juga menjalankan profesi notaris dan dosen di salah satu perguruan tinggi di Medan. Bisa dibayangkan bagaimana memilah-milih waktu yang seakan begitu cepat.
Agaknya harus diakui Tiromsi cerdas membagi waktu dalam memberesi pekerjaan tadi, namun semua pekerjaan bisa terlaksana dengan baik sehingga memuaskan diri maupun orang lain yang berurusan dengannya.
“Tekad saya melayani masyarakat dengan baik di bidang notaris dan pembuat akta tanah serta menyuguhkan mata kuliah kepada mahasiswa,” ucap Tiromsi saat berbincang dengan media ini di kantornya Jalan Gaperta, Medan Helvetia, Rabu (30/3/2022).
Putri keenam dari 8 bersaudara ini menyebutkan All Things Are Difficult Before They Are Easy, semua hal terasa sulit sebelum menjadi mudah.
Bagi ibu dari dua anak Pahala Pendeta Situngkir (25) dan Engel Surya Nauli (15) ini mengatakan semua pekerjaan harus dilaksanakan dulu. Jangan ada dalam pikiran bahwa pekerjaan tersebut sukar.
“Soalnya, apa yang kita kerjakan berdasar ilmu yang dimiliki. Itu sebabnya dalam menekuni sebuah profesi, Ilmu itu penting di samping disiplin waktu. Seorang Notaris harus bersikap jujur, independen dan amanah,” imbuh Tiromsi.
Lulusan Universitas Sumatera Utara (USU) yang mengambil S3 Jurusan Hukum di Universitas Bandung atau Unisba ini mengatakan bekerja itu dituntut profesional.
Perlu dicatat lanjut Tiromsi, dalam kehidupan. Umat manusia di era digitalisasi, kita dituntut cepat dan cermat dalam bekerja. Hal ini tak bisa ditawar-tawar lagi, Jika tidak akan tertinggal jauh.
“Artinya setiap pekerjaan yang kita geluti menjadi baik, sempurna sesuai yang diinginkan masyarakat. Kita pun merasa puas karena sudah memberi pelayanan terbaik bagi yang membutuhkan jasa atau bantuan kita,” papar Tiromsim.
Ada kiatnya, dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari Tiromsi mengaku selalu menjalin komunikasi dengan baik termasuk dengan stafnya di kantor.
Selain itu katanya berfikir positif happy dan hemat selalu menjaga keseimbangan antara kesehatan, karir, kodrat, ekonomi, jujur, tulus dan mau menerimal pembaharuan.
“Pekerjaan di notaris memang banyak suka dukanya. Misalnya menghadapi penghadap terkadang ada juga yang berbohong. Tapi akhirnya ketahuan juga,” kata Dosen Universitas Sari Mutiara Indonesia (SMI) Medan ini.
Disinggung tentang hambatan dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan, Tiromsi berpendapat pemerintah harus memberi kemudahan-kemudahan bagi masyarakat agar pemasukan pendapatan daerah lebih lancar.
Seperti misalnya antara Dispenda, BPN, perlu satu pintu atau link sehingga lebih mudah berurusan. Begitu pula KPP Pratama harus link dengan Bank Sumut. Soalnya bank yang menerima pendapatan daerah. Sehingga masyarakat dapat terlayani dengan mudah.
(Bachtiar Adamy)




