Sumaterapost.co | Tanggamus – Selamat datang calon pelatih saksi yang akan menegakkan dan mematangkan demokrasi, kalian adalah kader pejuang bukan kader pajangan. Ikuti dan simak dengan serius materi pelatihan, karena ini momen penting dalam kegiatan partai. Hal ini dikatakan Burhanudin Noer Ketua DPC PDI Perjuangan Kab Tanggamus saat menyampaikan sambutan pada TOT Saksi TPS, yang berlangsung selama dua hari, 29 – 30 Oktokber 2022 di Kota Agung.
“Apa artinya kita mampu mendulang suara, tapi dalam pemilu tidak mampu mengamankan suara partai yang merupakan mandat dari rakyat. Suara partai adalah suara rakyat, amankan suara mandat rakyat, ingat itu. Masyarakat Tanggamus berharap betul PDI Perjuangan selalu memimpin mulai di tingkat DPRD, kepala daerah, dan presiden,”papar Burhanudin Noer Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Tanggamus.
Politisi senior ini melanjutkan bahwa pelatihan pelatih saksi daerah ini diikuti oleh 80 orang peserta yang berasal dari 20 Pengurus Anak Cabang se Kab. Tanggamus. Peserta ini adalah ujung tombak partai karena setelah selesai pelatihan ini, mereka akan melatih calon saksi di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Tanggamus.
“Kalau jumlah TPS masih seperti pemilu tahun lalu, ada 1975 TPS, berarti mereka akan melatih 2950 calon saksi. Ini kerja besar, kerja suci para kader partai. Karena salah satu tolok ukur kinerja partai teruji dalam setiap pemilu, apakah kerjanya mampu mendulang suara rakyat. Ingat pesan ketua umum Ibu Megawati Soekarnoputri agar kader partai menangis dan tertawa bersama rakyat,”Pungkas Burhan.
Dalam acara PPSD ini, acara dibuka oleh Yanuar Irawan, Wakil ketua Bidang Organisasi DPD PDI Perjuangan Lampung yang juga ketua komisi 3 DPRD Propinsi Lampung. Dalam sambutannya, Yanuar meminta agar DPC Tanggamus sudah mulai menrekrut dan menginventarisasi calon saksi yang akan bertugas di TPS yang cukup banyak yaitu 2950 saksi.
“Kita masih banyak punya waktu masih ada waktu sekitar 1 tahun untuk mempersiapkan calon saksi. Pelatihan ini yang sering disebut “traing of trainer” (TOT) akan melatih calon saksi TPS. Dia berperan sebagai fasilitator calon saksi. Saksi partai kita jangan sampai tidak mendapatkan pelatihan, dan saksi kita adalah saksi partai bukan saksi salah satu caleg,”pesan Yanuar.
Hadir dalam pembukaan PPSD seluruh pengurus DPC, seluruh anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan. Nampak hadir sekretaris DPC Dewi Handayani yang juga menjabat Bupati, M. Syafei Bendahara DPC yang juga Wakil Bupati, Ketua DPRD Heri Agus S ketua DPRD dan Didik Setiawan Ketua Fraksi PDI Perjuangan.
Sebelum kegiatan pelatihan, acara dimulai dengan pengarahan dari Endro S. Yahman Wakil ketua bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Propinsi Lampung. Endro S. Yahman yang sekarang juga anggota DPR RI komisi 2 yang membidangi pemilu ini memaparkan bahwa reformasi merubah konstitusi negara, sistem politik dari pemerintahan otoriter menjadi sistem demokrasi. Pemimpin dalam penyelenggara negara, penyelenggara pemerintah dipilih langsung oleh rakyat. Disini peran partai politik menjadi penting karena berfungsi melakukan seleksi calon pemimpin, calon wakil rakyat untuk dipilih langsung oleh rakyat. Itulah mengapa PDI Perjuangan selalu bergerak, solid bergerak untuk memperbaharui thesis perjuangannya yaiti selalu mengedepankan pendidikan politik, membangun kesadaran baru dalam bekerja menjalankan amanat penderitaan rakyat. Hal ini mutlak dilakukan partai kita, agar PDI Perjuangan selalu dihati rakyat karena memang kehadirannya berguna untuk rakyat.
PDI Perjuangan juga secara selektif memilih calon wakil rakyat, calon kepala daerah sesuai dengan mandat reformasi. Reformasi membawa konsekuensi merubah “mindset”/cara pikir pemimpin, merombak relasi/hubungan rakyat dengan pemimpinnya. Kepemimpinan dalam pemerintahan berubah dari instruksional, kepakaran (top-down) menjadi kepemimpinan yang mendengarkan dan mengayomi rakyat (bottom up). Karena pada dasarnya negara bertugas mendistribusikan keadilan untuk rakyat. Kader partai yang dipersiapkan menjadi calon wakil rakyat, calon kepala daerah dan juga calon harus memahami situasi politik yang sudah berubah ini.
Dengan pergeseran mindset demikian, partai juga harus merekonstruksi ulang hubungannya dengan rakyat sebagai pemilik suara, pemegang saham dinegeri ini. Partai sekarang harus berjuang, bergerak membangun sinergi dengan rakyat dalam kerja-kerja kongkrit membangun peningkatan kehidupan ekonomi rakyat, memperkuat kohesivitas sosial (gotong royong).
PDI Perjuangan adalah partai Ideologi, partai kader sekaligus menjadi partai pelopor. Dengan posisi partai demikian, PDI Perjuangan harus mampu mengintegrasikan cita-cita kerakyatan dan prinsip- prinsip demokrasi ke dalam perilaku partai. Partai kader mengutamakan kekuatan partai pada keketatan organisasi dan disiplin kerja anggota- anggotanya. Partai akan senantiasa menjaga kemurnian ideologi dan doktrin politik yang dianut melalui pendidikan politik yang intensif dan memecat anggota yang menyimpang dari garis partai yang telah ditetapkan.
(andoyo)




