SERGAI | Sumaterapost.co Sejumlah guru Madrasah Aliyah Swasta Al-Washliyah (MAS AW) 68 Pematang Guntung, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) melakukan unjuk rasa di halaman sekolah MAS AW 68, desa Pematang Guntung, menolak dan meminta meninjau ulang keputusan Majelis Pendidikan Pengurus Wilayah Al – Washliyah (MP PW AW) terkait penetapan Rusniar S.Pd yang sudah 4 tahun menjabat Kepsek di tetapkan kembali menjadi kepala sekolah MAS AW 68, melalui proses fit and propertest ( Uji kelayakan dan kepatutan).Jumat (27/1/2023).
Menurut salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa benar sebagian besar guru dan staf MAS AW 68 Pematang Guntung melakukan unjuk rasa penolakan atas keputusan PW AW yang menunjuk kembali Rusniar menjadi Kepsek MAS AW 68 ini.
” Sebelumnya penjaringan calon Kepsek, kami dewan guru telah menyurati MP PW AW Sumut untuk membatalkan pencalonan saudari Rusniar, namun surat kami tidak ditanggapi”, ungkap salah satu oknum guru MAS AW 68.
Dia menjelaskan, bahwa sebelumnya saat penjaringan calon Kepala Sekolah MAS AW 68 Pematang Guntung, pihak dewan guru telah menyurati MP PW AW Sumut, untuk membatalkan pencalonan saudari Rusniar, S. Pd menjadi Kepala Sekolah MAS AW 68 Pematang Guntung. Dengan alasan saudari Rusniar, tidak bisa menjadi tauladan yang baik untuk para guru hingga ke tingkat siswa /siswi.
” Pada dasarnya, ada beberapa aspek yang mendasari kami tidak mau melih beliau, Sekolah ini kan mengedepankan suri tauladan dan uswatun Hasanah,” ujarnya.
Dari awal, kita para guru telah sepakat untuk bahwa beliau tidak usah maju kembali, dan dirinya juga sepakat untuk tidak maju. Namun seiring berjalannya waktu, beliau memaksakan diri untuk tetap maju, ada kesan memaksakan kehendak, sambungnya lagi.
” Kami berharap dengan aksi unjuk rasa ini, MP PW AW Sumut meninjau kembali surat keputusan tersebut, imbuhnya.
Terpisah, ketika dikonfirmasi Sumaterapost.co terkait aksi yang di lakukan para guru, Kepala sekolah Madrasah Aliyah Swasta Al-Washliyah 68, Rusniar S.Pd melalui pesan WhatsApp menjelaskan, ‘Intinya reaksi itu terjadi setelah fit and propertest
Dan saya menang.
Selanjutnya, para guru dan staf yang mengklaim sebagian besar itu juga menyatakan bahwa tertanggal hari ini 27 Januari 2023 sampai dengan 7 hari kerja, sebagian dewan guru dan staf akan melakukan aksi mogok kerja. Apa bila tuntutan tidak ditanggapi maka akan mengundurkan diri secara masal.
Dari tuntutan di atas, sekitar lebih kurang 300 siswa/siswi didik MAS AW 68 Pematang Guntung terancam libur dan tertinggal beberapa mata pelajaran.
Reporter: Bambang




