Sumaterapost.co | Pringsewu – Belajar dan Berkarya di Hari Lahir Pancasila Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada
(Kafegama) Lampung menggelar pelatihan Ecoprint Metode Steam, di Gedung PKK Agropark Lampung, Kamis, (1/6) lalu.
Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi antara lain, Universitas Lampung, Institut Bakti Nusantara (IBN) Lampung, Darmajaya, dan perguruan tinggi lainnya.
IBN Lampung menugaskan beberapa mahasiswa sebagai peserta pelatihan, yaitu, Baiti Rohmah, Tiara Aulia Zam Zam, dan Kevin Maruli Tua Sibuea didampingi oleh Dosen IBN Agus Suryana, M.T.I dan Dr. Sri Rahayu, M.M. yang merupakan Ketua Pusat Kajian Green IBN.
Ecoprint merupakan metode eksplorasi motif dan material tanaman yang ditujukan menjadi karya mode, dengan kata lain ecoprint merupakan motif ramah lingkungan yang dihasilkan dari alam seperti daun atau bunga yang dicetak atau dipola pada kain kemudian diolah menjadi suatu produk. Jenis kain yang dapat dibuat motif ecoprint adalah katun dan sutra. Kain yang telah diberi motif ramah lingkungan itu dapat dibuat produk antara lain, sprei, tas, jilbab, baju, taplak meja, sajadah dan lainnya.
Salah satu Instruktir pada kegiatan tersebut Riskha dari Kafegama menyatakan bahwa Teknik membuat Motif Ecoprint ada tiga yaitu Teknik Pounding (dipukul), Teknik Fermentasi daun, dan Teknik Steaming (dikukus).
Pelatihan Ecoprint ini, menggunakan Teknik Steaming (dikukus). Jenis kain yang digunakan adalah kain katun, yang dijadikan produk jilbab.
Selama pelatihan seluruh peserta antusias mengikuti acara tersebut yang berlangsung mulai Pukul 9.00-16.00 WIB.
Salah satu instruktur, Riskha, nampak dengan telaten dan sabar memberikan materi dan membimbing peserta mulai dari penyediaan dan pemilihan material kain, daun, bunga, pewarna alami (kunyit, kayu secang, daun jati) dan bahan lain yang dibutuhkan. Tahapan membuat ecoprint antara lain mencuci (scouring) kain dengan air dan tawas, mordanting (menyiapkan tekstur), mordant-in (merendam kain dengan pewarna alami). Selanjutnya proses membuat motif ecoprint dengan treatment daun dan bunga, menata daun pada kain katun warna putih segiempat setelah itu ditutup dengan kain yang telah diberi warna alami diatasnya. Langkah selanjutnya kain diinjak-injak dengan pelan agar zat kerotin daun dan bunga keluar dan menempel pada kain. Setelah itu kain digulung menggunakan pipa, dan diikat setelah dikeluarkan dari pipa, lalu dikukus selama 2 jam. Tahap terakhir adalah fiksasi yaitu kain yang telah dikukus diangin-anginkan sampai kering. Kain baru bisa digunakan setelah dianginkan selama 3 sampai 7 hari agar warna alami dapat menempel dengan kuat dan tidak kudah pudar.
Proses pembuatan ecoprint pada pelatihan ini memang membutuhkan waktu cukup lama dan melelahkan. Namun rona wajah bahagia terpancar dari seluruh wajah peserta melihat hasil karya yang sangat menarik. Warna kain ecoprint yang dihasilkan ada berbagai warna yaitu kuning, coklat, pink (merah muda) dengan motif-motif yang unik.
Ketua Pusat Kajian Green IBN, Dr. Sri Rahayu.M.M, mengatakan,
Diakhir acara seluruh peserta mendapat satu lembar kain jilbab hasil karya sendiri yang boleh dibawa pulang. “Semoga acara tersebut dapat dikembangkan baik dilingkungan Kampus IBN maupun di masyarakat, sejalan dengan Tri Darma Perguruan Tinggi” Kata Dr. Sri Rahayu. M. M. (SR/ando)




