Sumaterapost.co – Sergai | Nelayan kecil di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara, menghadapi ancaman serius terhadap mata pencaharian mereka akibat aktivitas ratusan Pukat Trwal yang semakin merugikan.
Zulkifli Siagian (35), seorang nelayan dari Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap situasi ini. Ia mengeluhkan bahwa harga minyak yang terus naik hingga mencapai 12 ribu rupiah per liter, sementara hasil tangkapan ikan mereka tidak mampu menutup biaya bahan bakar yang tinggi.
“Sulit sekarang ini, hasil tangkapan ikan berkurang dengan ramainya aktivitas Kapal Pukat Trwal, yang melakukan tangkapan ikan hingga ke bibir pantai,” tuturnya.
Zulkifli menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama kerugian ini adalah aktivitas ratusan Pukat Trwal yang berlabuh hanya sekitar 1 kilometer dari bibir pantai tempat mereka beroperasi.
Selain itu, ia menggarisbawahi bahwa pukat Trwal juga mempengaruhi hasil tangkapan ikan nelayan yang menggunakan alat tangkap tradisional.
Dalam mengatasi permasalahan ini, Zulkifli berharap agar pemerintah pusat, provinsi Sumatra Utara, dan Kabupaten Serdang Bedagai dapat mengambil tindakan tegas dengan mengatur jarak berlabuh bagi Pukat Trwal, sehingga mereka tidak dapat melakukan tangkapan ikan hingga ke bibir pantai.
Ia juga mendesak aparatur negara untuk mengambil tindakan tegas terhadap pengusaha Pukat Trwal yang melanggar aturan.
Kehidupan nelayan di Desa Bogak semakin terpuruk dengan adanya ratusan Pukat Trwal yang menjaring ikan hingga ke tepi pantai. Para nelayan bahkan menghadapi ancaman ketika mencoba mendekati kapal-kapal Pukat Trwal.
Situasi ini telah membuat pencarian ikan sebagai sumber lauk makan menjadi semakin sulit dan menyulitkan kehidupan mereka.
Dalam kondisi yang semakin memprihatinkan ini, nelayan kecil berharap agar langkah-langkah konkret segera diambil oleh pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk melindungi mata pencaharian mereka dan menjaga ekosistem laut yang berkelanjutan.
Terpisah, Kasat Pol Airud Polres Sergai IPTU. Syahrizal. Ketika dikonfirmasi Sumaterapost.co Jum’at (8/9) sekira pukul 19.05 Wib, melalui sambungan telepon WhatsApp menjelaskan
bahwa pihaknya sudah melakukan Patroli dan memberikan himbauan kepada para nelayan kapal Pukat Trwal,
agar segera mengganti alat tangkap ikan yang ramah lingkungan.
Jika dilakukan patroli kapal kapal Pukat Trwal yang diduga berasal dari kabupaten Asahan dan Batu bara tak beroperasi melakukan aktivitasnya.
” Pol Airud sudah lakukan patroli untuk guna menindak tegas Kapal Pukat Trwal,
namun saat dilakukan pemantauan para Kapal Pukat Trwal tidak melakukan aktivitas di laut, sepertinya intip intipan ,” ucapnya.
Namun, Kasat Pol Airud IPTU mengatakan akan menindak tegas bila ada Kapal Pukat Trwal yang melakukan aktivitas di laut Serdang Bedagai.
” Jika para nelayan pukat Trwal tidak mendengarkan himbauan, akan dilakukan tindakan tegas, dengan mengamankan alat atau jaring tangkap kapal Pukat Trwal,” cetusnya,”
Reporter: Bambang Sujatmiko.




