Pesawaran (SumateraPost.co) – SMK Negeri 1 Gedong Tataan merupakan SMK yang memiliki kompetensi unggulan di bidang pertanian, terletak di Desa Wiyono, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.
Sekolah ini terus melakukan kegiatan pendidikan vokasi bidang pertanian untuk mendidik dan melatih siswa-siswi di sini untuk mendukung program ketahanan pangan
Program ini merupakan program nasional dan masuk dalam revitalisasi SMK. Salah satu program yang menjadi unggulan dan sedang berlangsung adalah Media Tanam TRICHOKOMPOS atau pembuatan pupuk organik untuk penanaman tanaman dan tanaman buah (hortikultura, red)
Pupuk ‘Trichokompos’ di dibuat oleh peserta didik dibawah bimbingan guru produktif berpengalaman.
Menurut, Kepala Sekolah SMKN1 Gedong Tataan, Dwi Artini, S.E., M. Pd, yang diwakili oleh Ka. Unit Produk Yuniarti, S.Pd. dan
Ka. Divisi Trichokompos:
Handrianto,S.P. di sela-sela bincang santai dengan Media ini di ruang kerjanya mengatakan, kegiatan pembuatan Pupuk ‘Trichokompos’ ini sudah rutin dilakukan oleh siswa bersama guru pembimbing. Pupuk yang diproduksi ada dalam bentuk pupuk kompos
Masih menurut Yuniarti, pupuk yang diproduksi sudah dipamerkan, setiap tahun pada ajang pameran dilombakan Kompetensi Siswa (LKS).
Setiap dipamerkan, pupuk produksi SMKN 1 Gedong Tataan ini laris diborong pengunjung.
.
“Penjualannya, ketersedian pupuk organik sangat membantu proses tumbuh dan berkembangnya tanaman yang ditanam, khusunya disekolah SMKN 1 Gedong Tataan,” ungkapnya, Minggu 21 Desember 2024.
Terkait proses pembuatan pupuk, sambung Yuni, dilingkungan sekolah sendiri.
” Dengan hasil produksi pupuk TRICHOKOMPOS tersebut, kami jual ke masyarakat umum melalui pemesanan online dan kami juga sudah merambah ke gapoktan-gapoktan yang ada diwilayah Kabupaten Pesawaran,”terangnya.
Melalui kegiatan unit produksi ini, sambungnya, para peserta didik berlatih mengelola pembuatan produk sampai dengan penjualannya.
“Para siswa-siswi disekolah kita didik untuk mempunyai keterampilan berwirahusaha,” katanya.
Namun, tambahnya, dengan kapasitas hasil produksi pupuk TRICHOKOMPOS yang dihasilkan masih terbentur kendala permodalan.
“Banyaknya pesanan pupuk TRICHOKOMPOS, kami sangat kewalahan memenuhi konsumen, lantaran hasil produksi pupuk terbatas, ” jelasnya.
Oleh karenanya, kata Yuni, dengan persoalan itu, pihak sekolah berharap agar semua pihak, khususnya dinas terkait (Dinas Pertanian Provinsi Lampung maupun Pesawaran, red) dapat memperhatikan dan membantu persoalan ini. (Zainal)




