Sumaterapost.co | Tanah Karo – Perayaan hari jadi Kabupaten Karo yang ke 78 yang seyogianya menampilkan acara hiburan rakyat yang mencerminkan budaya Karo dan nilai – nilai estetika ternyata sangat jauh dari harapan bahkan terkesan melecehkan budaya Karo yang harus dijungjung dan dilestarikan kepada generasi muda kabupaten karo.
“Yang sangat mengganggu pengelihatan pada saat pertunjukan hiburan rakyat ternyata disuguhkan musik DJ yang sangat merusak budaya Karo yang dapat merusak tatanan adat istiadat . Padahal ini kan hari jadi kabupaten karo yang katanya berbudaya dan beradat ,tapi ternyata hanya lifstick saja biar kelihatan manis alias omon- omon saja ,” ujar salah satu pengunjung yang mengaku Unjuk br Ginting, Sabtu (9/2/2024)
Sementara menurut salah seorang kru dari dari IO yang merasa enggan menyebut namanya, mengaku bahwa musik DJ yang mereka suguhkan bagian dari program yang ditampilkan pada saat hiburan di hari jadi kabupaten Karo
Kepala dinas Pariwisata kebudayaan pemuda dan olahraga Kabupaten Karo, Munarta Ginting mengatakan musik DJ itu adalah hal wajar setelah selesai acara marathon.kalian wartawan jangan tendensius melihat acara acara ini,” ujarnya
Lain lagi kata salah seorang pegawai parawisata kabupaten karo, Andika mengakui hari kedua tidak ada lagi pameran hasil UMKM. ” Mereka memilih tidak mau lagi memamerkan hasil mereka ,itu sebabnya tempat mereka ditempati pedagang lain,” katanya singkat saat menemui wartawan./(Mawar Ginting




