Sumaterapost.co – Sergai | Puluhan warga yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Kamis (15/8).
Aksi yang berlangsung dengan tertib ini didominasi oleh kaum ibu, bapak, dan beberapa anak-anak di bawah umur. Para peserta aksi ini mendesak pencopotan Kepala Desa Pengalangan yang diduga melakukan penyelewengan bantuan sosial (bansos) beras.
Uniknya, di tengah kerumunan peserta aksi, terungkap fakta bahwa beberapa dari mereka, terutama kaum ibu, tidak mengetahui secara pasti tujuan dari demonstrasi tersebut.
Salah seorang ibu yang enggan menyebutkan namanya mengaku ikut serta dalam aksi hanya karena disuruh, tanpa mengetahui alasan sebenarnya.
“Gak tau, asal ikut aja. Namanya beritanya suruh ikut, ya ikut aja nggak dikasih tau dari pertamanya,” ujarnya.
Ketika diminta menjelaskan siapa yang mengajaknya bergabung dalam aksi, ia tampak bingung dan tidak dapat memberikan jawaban yang jelas.
Aksi ini dipimpin oleh Reymon Berlin Gultom SH, yang dalam orasinya menegaskan bahwa Kepala Desa Pengalangan diduga menyalahgunakan wewenang dalam penyaluran bansos.
Reymon menekankan bahwa masyarakat sudah lelah dengan tindakan Kepala Desa yang merugikan warga dan menuntut Bupati Sergai untuk segera mengambil tindakan tegas.
“Kami meminta Bupati Sergai untuk tegas menindaklanjuti laporan masyarakat terkait perilaku buruk Kepala Desa Pengalangan,” tegas Reymon di hadapan para demonstran.
Selain menuntut pencopotan Kepala Desa, para demonstran juga mendesak Kapolres Tebing Tinggi dan Kasat Reskrim untuk segera mengusut tuntas dugaan penyelewengan bansos tersebut.
Tuntutan lainnya termasuk meminta klarifikasi dari Camat terkait rekaman suara yang diduga milik Kaur Desa Pengalangan. Rekaman tersebut menginstruksikan agar warga yang memprotes penyaluran bansos tidak dilayani, yang semakin memperkeruh suasana.
Aksi ini mencerminkan ketidakpuasan warga terhadap pengelolaan bansos di Desa Pengalangan, namun juga memunculkan pertanyaan terkait kesadaran dan pemahaman peserta aksi terhadap isu yang mereka suarakan.
Reporter B-75.




