Semarang — Kota Semarang kembali menjadi pusat kreativitas visual. Pada Sabtu hingga Minggu ini, (18 -;19 Oktober 2025) sekitar 141 kartunis dari 25 negara menghadiri rangkaian acara internasional bertajuk Semarang CartoonFest 2025, yang berpuncak pada Musyawarah Besar ke‑36 Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI). Acara dilaksanakan di Gedung Oudetrap, Kota Lama, Semarang.
Menyusun Masa Depan Kartun Indonesia
Musyawarah ini diadakan sebagai wadah tertinggi bagi kartunis Indonesia untuk merumuskan arah organisasi, menetapkan kepengurusan baru, serta menggalang komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas dan peran kartun sebagai artefak budaya. Dalam forum tersebut, PAKARTI mengusung gagasan pendirian Museum Kartun Indonesia yang bertujuan mengarsip, memamerkan, dan mendidik publik tentang sejarah kartun Indonesia.
“Kartun bukan sekadar hiburan visual, tetapi refleksi sosial dan budaya bangsa. Museum ini bisa menjadi ruang edukasi dan dokumentasi yang sangat strategis bagi generasi muda,” ungkap Ketua PAKARTI, Abdullah Ibnu Thalhah.
Pameran Internasional: 141 Karya dari 25 Negara
Acara dua hari ini bukan hanya ajang pameran dan pertemuan, tetapi juga tonggak penting bagi dunia kartun Indonesia—menandai era baru di mana kartun diposisikan sebagai bagian dari warisan budaya, pendidikan, dan ekonomi kreatif.
Dalam Mubes Abdullah Ibnu Thalkah kartunis dari Semarang terpilih secara aklamasi menggantikan Agoes Jumianto Ketua Kepengurusan PAKARTI periode yang lalu (Christian Saputro)




