BANDAR LAMPUNG — Komitmen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya dalam mencetak lulusan siap kerja kembali dibuktikan. Sebanyak 89 mahasiswa Program Studi Akuntansi/Accountpreneurship mengikuti pelatihan sertifikasi internasional Zahir, sebagai bekal kompetensi profesional yang akan dicantumkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
Kegiatan berlangsung pada 26 Januari – 2 Februari 2026 dan dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan intensif. Pelatihan dirancang sesuai kebutuhan industri akuntansi modern, dengan fokus pada pengelolaan sistem keuangan berbasis software akuntansi. Mahasiswa mendapatkan pembelajaran praktik mulai dari pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, hingga analisis data keuangan menggunakan aplikasi Zahir.
Pelatihan ini menghadirkan pemateri berpengalaman, yakni Anik Irawati, S.E., M.Sc, Muhammad Sadat Pulungan, S.E., M.S.Ak., M.M, dan Taufik, S.E., M.S.Ak yang membimbing mahasiswa secara langsung dalam penguasaan sistem akuntansi digital.
Menurut Anik Irawati, S.E., M.Sc, penguasaan software akuntansi seperti Zahir kini menjadi kompetensi wajib bagi calon akuntan di era digital. Dunia kerja membutuhkan lulusan yang tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu mengoperasikan sistem secara profesional.
“Mahasiswa akuntansi harus terbiasa dengan aplikasi yang digunakan di perusahaan. Melalui pelatihan ini, mereka belajar praktik nyata bagaimana menyusun laporan keuangan secara sistematis, cepat, dan akurat menggunakan sistem,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan berbasis sertifikasi menghadirkan standar kemampuan yang lebih terukur. Sertifikat internasional menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki kompetensi yang diakui serta siap bersaing di dunia profesional.
Sementara itu, Kepala UPT Pelatihan IIB Darmajaya, Cahyani Pratisti, S.Pi., MBA, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi kampus dalam meningkatkan daya saing lulusan.
“Kami ingin lulusan tidak hanya kuat di teori, tetapi juga siap secara praktik. Sertifikasi seperti ini menjadi jembatan antara pembelajaran di kampus dan kebutuhan nyata di dunia usaha dan industri,” ungkapnya.
Pelatihan dirancang menyerupai standar uji kompetensi sertifikasi internasional. Mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga menjalani praktik langsung serta simulasi soal sertifikasi, sehingga lebih siap menghadapi ujian sesungguhnya.
Melalui kegiatan ini, IIB Darmajaya kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing di era digital, sekaligus membuktikan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga pada kesiapan nyata menghadapi dunia kerja. (**)




