Treviso, Italia — Keanggunan kebaya Indonesia bakal tampil memikat di jantung Eropa melalui acara Kebaya Night yang akan digelar oleh komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Eropa di Feria Restaurant, Treviso, Italia, Senin (2/2/2026) mendatang.
Bertempat di restoran yang masuk Michelin Guide, acara ini bakal menjadi ruang perjumpaan budaya yang merayakan keindahan kebaya dan tekstil tradisional Indonesia di ranah internasional.
Acara akan berlangsung pukul 16.00–21.00 CET, Kebaya Night menghadirkan rangkaian kegiatan yang memadukan mode, seni, dan dialog budaya. Menurut Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Eropa Christiana Streiff agenda utama meliputi fashion show kebaya, pameran mini kain tradisional Indonesia, serta dialog budaya dan jejaring lintas komunitas yang mempertemukan diaspora Indonesia dengan masyarakat internasional.
“Kebaya ditampilkan bukan sekadar sebagai busana, melainkan sebagai simbol identitas, sejarah, dan nilai-nilai perempuan Indonesia” jelasnya.
DItambahkannya, beragam kain tradisional—dari batik hingga tenun—menjadi penguat narasi tentang kekayaan budaya Nusantara yang hidup dan terus beradaptasi di panggung global.
Acara ini menghadirkan H.E. Prof. Dr. Junimart Girsang, Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia, sebagai tamu kehormatan. Turut mendukung, Mrs. Atle Nitiasmero, penggiat kebaya sekaligus istri Duta Besar RI untuk Tahta Suci Vatikan. Dukungan diplomatik ini menegaskan peran kebaya sebagai diplomasi budaya yang mempererat hubungan Indonesia–Eropa.
Kebaya Night diselenggarakan oleh PIS Eropa yang mencakup Italia, Irlandia, Irlandia Utara, Norwegia, dan Swiss, serta menyambut partisipasi PBI Eropa dari Spanyol, Prancis, Tahta Suci Vatikan, Skotlandia, dan Belanda. Kolaborasi lintas negara ini memperlihatkan kuatnya jejaring diaspora dalam merawat dan mempromosikan warisan budaya Indonesia.
Panitia menyebutkan, acara ini bertujuan memperluas apresiasi publik internasional terhadap kebaya dan tekstil tradisional Indonesia, sekaligus membuka ruang dialog yang setara melalui seni dan gaya hidup. Dengan format yang inklusif—menggabungkan pertunjukan, pameran, dan percakapan—Kebaya Night diharapkan menjadi agenda berkelanjutan dalam diplomasi budaya Indonesia di Eropa.
Pendaftaran kegiatan dilakukan melalui kontak panitia, dengan biaya masuk berupa paket makanan dan wine dari Feria Restaurant. Melalui Kebaya Night, kebaya kembali menegaskan dirinya sebagai busana lintas zaman—anggun, bermakna, dan relevan di panggung dunia. (Christian Saputro)




