Sumaterapost.co. Pringsewu. Perguruan Silat Paku Banten Kabupaten Pringsewu ikut meriahkan Haflah Attasyakur Wal ikhtitam Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Dua, Sabtu, (30/1/2025).
Kegiatan Haflah At Tasyakur wal Ikhtitam Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Dua diawali dengan Pawai obor ,abit-abitan, mengelilingi Kelurahan Pringsewu Selatan diakhiri di halaman Pondok Pesantren Nurul Huda, dilanjutkan dengan Malam Kesenian penampilkan pencak silat dari berbagai perguruan yang ada di Kabupaten Pringsewu, diantaranya Perguruan Silat Paku Banten menampilkan Debusnya yang di peragakan oleh Feri Irawan yang dikenal dengan nama panggungnya Feri Pamacan.
Kegiatan Haflah At Tasyakur wal Ikhtitam tersebut di gelar juga Khotmil Qur’an wal kutub serta puncaknya dengan pengajian akbar.
Dalam sambutan pembukaannya, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Dua, RKH. Moh. Shohb. AS, mengatakan, Ramadhan sebentar lagi. Santri-santri Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Dua sudah menyelesaikan satu periode belajar-mengajar. Untuk memeriahkannya, digelarlah Haflah At Tasyakur wal Ikhtitam yakni ungkapan rasa syukur karena tahapan belajar yang sudah dilewati dengan baik.
Haflah Attasyakur wal Ikhtitam ditujukan untuk mengukur sejauh mana santri-santri Pondok Pesantren Nurul Huda Dua dalam menerima, memahami, dan mengamalkan ilmu yang sudah disampaikan para ustadz-ustadzah, juga untuk mengajak masyarakat agar senantiasa beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, sehingga dapat tercipta tatanan masyarakat yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur.
Dikatakan, RKH. Moh. Shohb. AS, Kemeriahan perayaan ini dijadikan pula sebagai ajang silaturrahmi dan ukhuwah Islamiyah yakni adanya jalinan persaudaraan yang erat dan kebersamaan antara pemerintah, alim ulama, tokoh masyarakat serta seluruh elemen masyarakat.
Dengan terjalinnya silaturrahmi dan ukhuwah Islamiyah tentunya akan membentuk rasa saling memiliki dalam mempertahankan iklim yang kondusif secara khusus di Kelurahan Pringsewu Selatan, secara umum lebih luas lagi di Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu, ujar RKH. Moh. Shohb. AS. (ndy)




