Kalisidi – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 17 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan pemetaan risiko bencana alam berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS) di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, 20–27 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya mendukung mitigasi bencana di tingkat desa.
Tim KKNT 17 UNDIP yang diketuai Maikhael Daniel dan beranggotakan Qumillaila, Annisa Divany, Aditya Rizky, dan Dior Madhan, melakukan pemetaan dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan topografis wilayah desa yang didominasi dataran tinggi dan perbukitan.
Ketua Tim KKNT 17 UNDIP, Maikhael Daniel, menjelaskan bahwa karakteristik tersebut menjadikan Desa Kalisidi memiliki potensi kerawanan bencana alam, khususnya tanah longsor, banjir, serta pergeseran tanah, terutama saat musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi.
“Melalui pemetaan ini, kami berupaya mengidentifikasi tingkat kerawanan bencana agar desa memiliki dasar data spasial yang akurat untuk mendukung upaya mitigasi dan perencanaan pembangunan yang lebih aman,” ujarnya.
Pemetaan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari observasi lapangan, pengumpulan data koordinat geografis, hingga pengolahan data sekunder seperti peta topografi, data curah hujan, jenis tanah, serta tata guna lahan. Seluruh data kemudian dianalisis menggunakan sistem informasi geografis untuk menghasilkan peta tematik yang informatif dan mudah dipahami.
Dalam pemetaan banjir, tim mempertimbangkan faktor ketinggian wilayah, tekstur tanah, kondisi drainase, pola penggunaan lahan, curah hujan, serta kedekatan dengan aliran sungai. Sementara untuk pemetaan tanah longsor, parameter yang digunakan meliputi kemiringan lereng, jenis tanah, tata guna lahan, batuan geologi, dan data curah hujan.
“Hasil analisis menunjukkan beberapa wilayah rawan longsor, terutama di sekitar saluran irigasi yang memiliki peran vital bagi sektor pertanian masyarakat Desa Kalisidi,” kata Maikhael.
Selain banjir dan longsor, Tim KKNT 17 UNDIP juga menyusun peta potensi gempa bumi dan pergeseran tanah dengan memperhatikan kondisi geologi serta karakteristik tanah yang memengaruhi tingkat kerentanan terhadap guncangan.
Tidak hanya memetakan potensi bencana, tim juga menyusun peta kawasan evakuasi, termasuk penentuan titik pengungsian dan posko kesehatan. Peta ini dirancang dengan mempertimbangkan aspek aksesibilitas, keamanan lokasi, serta jarak tempuh agar dapat menjadi panduan masyarakat dalam situasi darurat.
Kegiatan pemetaan ini mendapat dukungan dari pemerintah desa karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi perencanaan wilayah dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Peta yang dihasilkan diharapkan dapat dimanfaatkan dalam penyusunan rencana tata ruang desa, pembangunan infrastruktur, serta program penanggulangan bencana berbasis wilayah.
Dengan tersusunnya peta kerawanan bencana dan kawasan evakuasi yang komprehensif, Desa Kalisidi diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang, sekaligus menjadi langkah awal membangun sistem mitigasi bencana yang terencana, berbasis data, dan berkelanjutan. (Christian Saputro)




