JAKARTA — Upaya pengembangan energi alternatif berbasis limbah terus mendapat perhatian kalangan akademisi dan industri. Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Trisakti (Usakti) kini tengah mengembangkan sekaligus menyosialisasikan teknologi pirolisis sebagai solusi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif yang lebih bernilai guna.
Meski bukan teknologi baru, pirolisis dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung diversifikasi energi nasional sekaligus mengurangi persoalan sampah plastik yang kian mengkhawatirkan.
Advisor Rektor Universitas Trisakti, Sigit Samsu, mengatakan teknologi pirolisis pada dasarnya merupakan proses mengembalikan limbah plastik berbasis hidrokarbon menjadi senyawa hidrokarbon yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi.
“Teknologi ini sebenarnya sudah lama dikenal. Sampah dari hidrokarbon dapat dikembalikan lagi menjadi hidrokarbon. Di lingkungan kampus, pengolahan sampah plastik sudah berjalan dan saat ini masih dalam tahap penelitian. Kami bekerja sama dengan pihak swasta yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan energi alternatif,” ujar Sigit kepada wartawan.
Menurutnya, kerja sama tersebut mendapat dukungan dari kalangan alumni yang tidak hanya menyediakan fasilitas penelitian, tetapi juga mendukung kegiatan pelatihan dan pengembangan teknologi.
Saat ini penelitian dilakukan melalui dua laboratorium, yakni laboratorium milik Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) serta laboratorium swasta yang difokuskan pada pengembangan bioenergi.
“Hasil penelitian yang diperoleh sejauh ini sangat prospektif. Tahap berikutnya adalah pengurusan legalitas hasil penelitian dan pengembangan lebih lanjut. Laboratorium Bio Energi kami siap menjadi wadah berbagai eksperimen dan pengujian untuk mendukung pengembangan energi alternatif di Indonesia,” katanya.
Pirolisis sendiri merupakan proses dekomposisi termal material organik melalui pemanasan pada suhu tinggi dengan sedikit atau tanpa oksigen. Dalam proses tersebut, rantai hidrokarbon panjang yang terkandung dalam plastik dipecah menjadi rantai yang lebih pendek sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
Inspirasi dari Inovator Desa
Pengembangan teknologi pirolisis di lingkungan kampus juga mendapat inspirasi dari inovasi masyarakat. Salah satunya adalah sosok Muryani (59), seorang lulusan sekolah dasar yang berhasil menciptakan alat destilator untuk mengubah sampah plastik menjadi tiga jenis bahan bakar, yakni bensin, solar, dan minyak tanah.
Keberhasilan Muryani menjadi contoh bahwa inovasi tidak selalu lahir dari ruang laboratorium modern, melainkan juga dari kegigihan belajar secara mandiri.
“Beliau belajar secara otodidak untuk mengolah sampah plastik menjadi BBM. Ini merupakan proses pirolisis, yakni dekomposisi termal bahan organik pada suhu tinggi dengan minim atau tanpa oksigen yang memecah senyawa kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana,” ujar Chief Event Organizer (CEO) Vintage Land Rover.
Inovasi tersebut bahkan sempat dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai alternatif pengganti bahan bakar konvensional dan dianggap sejalan dengan semangat kemandirian energi berbasis sumber daya lokal.
Dikaitkan dengan Napak Tilas Jalur Daendels
Menariknya, kampanye energi alternatif ini juga akan menjadi bagian dari kegiatan Vintage Land Rover Expedition, sebuah perjalanan napak tilas menyusuri jalur bersejarah Anyer–Panarukan yang dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels antara 1808 hingga 1811.
Ekspedisi tersebut akan menempuh jalur sepanjang sekitar 1.009 kilometer yang dahulu dikenal sebagai Jalan Raya Pos, penghubung utama wilayah barat dan timur Pulau Jawa.
“Kami akan menggelar kegiatan Vintage Land Rover dengan mengikuti jalur Jalan Pos Daendels. Di setiap kota yang dilewati terdapat kantor pos bersejarah yang akan menjadi titik persinggahan. Perjalanan dibagi menjadi sekitar 100 etape karena mempertimbangkan kondisi kendaraan yang merupakan mobil klasik,” kata CEO Berkah Maju Sejahtera (Aerostarjet Aviation) Exclusive Air Charter Provider.
Melalui kolaborasi antara dunia akademik, industri, komunitas otomotif, dan inovator masyarakat, pengembangan teknologi pirolisis diharapkan tidak hanya menjadi proyek penelitian semata, tetapi juga mampu membangun kesadaran publik tentang pentingnya energi alternatif sebagai bagian dari masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan. (Christian Saputro)




