Tanah Datar, Sumaterapost.co – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat Erick Hamdani,SE, Dt. Ambasa menggelar kegiatan Sosialisai Peraturan Daerah (Perda) Sumatera Barat Nomor 4 tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana, Minggu (14/06/26) di gedung pertemuan Kecamatan X Koto Kab.Tanah Datar.
Dalam sambutannya Erick menyampaikan bahwa tujiuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap upaya penanggulangan dan pengurangan risiko bencana.
“Perda Nomor 4 Tahun 2023 ini merupakan landasan penting untuk membangun masyarakat yang tangguh dan memiliki budaya sadar bencana,” ujarnya.
Sosialisasi yang dihadiri oleh berbagai unsur elemen masyarakat, ormas, LSM dan insan pers dari berbagai media tersebut dimoderatori oleh Analisis Kebencanaan BPBD Provinsi Sumatera Barat Surung Martua Sinaga, SKM. MT, yang juga merupakan Narasumber.
Dalam penjabarannya Surung mengungkapkan beberapa hal yang sering menjadi polemik dalam menghadapi penanggulangan bencana, salah satu yang kerap terjadi adalah perbedaan antara data yang didapat oleh tim penanggulangan bencana dengan realita dilapangan.
“Sering kita temui dilapangan ada masyarakat yang tidak menjadi korban tapi justru mendapatkan bantuan, sementara masyarakat yang menjadi korban malah tidak dapat bantuan sama sekali,” ungkapnya.
Surung juga menyampaikan terkait perda no.4 tahun 2023 ini pihaknya saat ini sedang mengupayakan untuk membentuk wadah berupa Sekolah Siaga Bencana.
“Harapan kami, anak-anak SD, SMP, dan SMA nantinya harus memahami mitigasi bencana, agar mereka mengetahui langkah yang tepat sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana,” ujarnya.
Menanggapi pertanyaan salah seorang peserta yang merupakan perwakilan dari tim Alfa Rescue Surung sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya karna ikut andil dalam pembentukan Forum Sekolah Siaga Bencana.
“Program ini baru dicanangkan dan rencananya memang akan dijalankan tahun ini, tapi ternyata kawan-kawan kita dari Rapi dan Alfa Rescue sudah menjalankannya, saya apresiasi dan sangat berterima kasih kepada kawan-kawan yang sudah melaksanakan dan membentuk forum-forum Sekolah Siaga Bencana,” imbuhnya.
Menurut Surung, pendidikan kebencanaan di sekolah merupakan sebuah langkah strategis dalam membentuk generasi yang siap menghadapi berbagai ancaman bencana yang berpotensi terjadi di Sumatera Barat, khususnya didaerah rawan bencana.
“Dengan diadakannya sosialisasi ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan turut berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang aman, tangguh, dan sadar bencana,” pungkasnya. (Kim)




