Pasaman, Sumaterapost.co – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar),H. Parulian, memastikan organisasi yang ia pimpin akan terbebas dari aneka kegiatan yang berbau politik.
“Ini tugas yang sarat dengan misi kemanusiaan,” ujar Parulian di ruangan kerjanya di Lubuk Sikaping, Selasa (22/6/2026). Parulian baru saja menjabat Ketua PMI Pasaman untuk menggantikan pendahulunya, Sabar AS.
“Saya pastikan, selama diberi amanah memimpin PMI Pasaman, organisasi ini akan terbebas dari aneka kegiatan yang berbau politik praktis,” ungkap Parulian, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Pasaman.
Yang terkerangka dalam pemikirannya, menurut Parulian, adalah bagaimana agar sejumlah misi yang diemban oleh organisasi tersebut bisa tercapai dengan baik.
“Terutama agar stok darah selalu tersedia dalam jumlah yang memadai,” imbuhnya. “Kita akan segera merumuskan langkah-langkah agar stok darah selalu tersedia sesuai jumlah yang dibutuhkan,” tambahnya.
Karena menyangkut nyawa manusia, menurut Parulian, pihaknya dituntut keadaan untuk merumuskan program dan langkah-langkah agar stok darah selalu ada.
Parulian mengakui sejak beberapa waktu belakangan stok darah yang ada di PMI Pasaman sudah dalam kondisi yang ada. “Tapi kita bertekad untuk meningkat dibandingkan dengan kondisi yang ada saat ini,” ucapnya.
Agar PMI Pasaman punya program yang terarah. Menurut Parulian, seluruh jajaran pengurus akan diikutkan dalam rapat kerja (raker), yang dijadwalkan akan digelar di Lubuk Sikaping, Selasa (22/6/2016) hari ini.
“Kita berharap forum raker mampu menghasilkan sejumlah program kerja yang realistis dan terukur sehingga memberi dampak nyata bagi kepentingan masyarakat banyak,” tambah Parulian.
Parulian memastikan pihaknya akan merangkul semua stake holder yang ada. Kita akan bangun sinergitas dan kolaborasi dengan semua stand holder yang ada di daerah ini.
Sinergitas dan kolaborasi itu, menurut Parulian, diharapkan akan memberi dampak nyata untuk pencapaian program-program PMI Pasaman. “Terutama agar bagaimana kita selalu punya stok darah yang cukup,” tegasnya.
Parulian juga menyebut pengurus merupakan salah satu instrumen yang paling menentukan keberhasilan organisasi. Makanya kita tidak sembarangan dalam merekrut pengurus, urainya.
Di antara personil yang ada di jajaran pengurus, menurut Parulian, merupakan wajah lama. Kita perlu tenaga seperti itu karena merupakan figur yang sarat pengalaman dalam mengelola organisasi kemanusiaan.
Tapi diingatkan Parulian, terlepas apakah pengurus yang direkrut itu merupakan wajah lama atau baru, pihaknya tetap memperhatikan faktor profesionalitas. “Itu syarat mutlak yang harus dipenuhi”.
Pada bagian penutup, Parulian menegaskan tekadnya untuk memberikan pengabdian terbaik bagi Pasaman. “Ini jalan bagi saya untuk memberikan pengabdian lebih terhadap daerah dan kemanusiaan,” tandasnya.
Ewin




