Ada PTPN VII Dalam Bisnis Steam

SumateraPost, NATAR – Peluang bisnis jasa pencucian motor masih menjanjikan. Tingginya jumlah kendaraan bermotor membuat jasa ini banyak dicari orang.  Peluang itu juga yang ditangkap Agus Setiawan.

Tidak hanya musim hujan, bisnis cuci motor juga cukup ramai saat musim kemarau. 

Apalagi saat musim hujan saat ini, orang-orang yang lelah mencuci motornya terus menerus tetapi ingin motornya terlihat bersih dan mengkilap akhirnya memilih menggunakan jasa pencucian motor.

Agus mengaku, memjadi kitra binaan PTPN VII sangat membantu usaha yang digeluti sejak tahun 2015 ini.

Pertama mengenal program kemitraan ini dari karyawaan PTPN VII dibidang kemitraan dan binalingkungan. Awalnya diberikan pengarahan tentang bagaimana menjadi mitrabinaan PTPN VII. 

Baca Juga :  Lantik Kadin Singkawang, Ini Harapan Ketua Kadin Kalbar

Dan saya tertarik, karena menjadi mitra ini sangat banyak keuntungannya. Selain mendapatkan pinjaman modal dengan bunga ringan, kita juga mendapatkan pelatihan bagaimana menjalankan usaha dengan baik.

Tahun 2017 mendapat pinjaman kemitraan sebesar Rp 10 juta. Dana ini digunakan untuk penambahan modal usaha membeli mesin air dan alat lainnya. Alhamdulillah, usaha yang dijalani terus mengalami peningkatan. 

Warga Dusun Titi Rantri Rejosari Natar ini mengaku sangat terbantu menjadi mitrabinaan. Apalagi sekarang sudah kali kedua menerima pinjaman kemitraan. Yang kedua ini mendapatkan pinjaman Rp 20 juta.

Kini usaha yang dijalani tidak hanya  steam motor, juga membuka jasa laundry, jual es dan menerima pesanan kue kue tradisional.

Baca Juga :  Lantik Kadin Singkawang, Ini Harapan Ketua Kadin Kalbar

“Untuk jual es dan kue kue tradisional dikerjakan oleh sang istri,” kata Agus.

Menurut pria kelahiran 19 September 1978 ini, salah satu kunci keberhasilan usaha jasa cuci motor adalah memberikan pelayanan yang baik. Hasil cucian motor harus bersih dan mengkilap sehingga akan membuat konsumen puas dan selalu ingin menggunakan jasa kita.

Ini merupakan salah satu kiat sehingga usaha yang dijalani selama ini masih bisa bertahan. Meskipun saat ini masa pademi covid 19, alhamdulillah pendapatan dari usahanya masih mampu untuk membayar angsuran ke PTPN VII.

“Dalam menjalankan usaha cuci motor juga perlu mengontrol ketersediaan bahan untuk mencuci motor seperti sabun, air, kain pengelap, shampo, cairan semir ban dan lain sebagainya,” kata suami dari Septin Haryati.

Baca Juga :  Lantik Kadin Singkawang, Ini Harapan Ketua Kadin Kalbar

Untuk peralatan cuci motor diantaranya kompresor, steam, stik, selang, inflator, tabung cuci salju, air duster, sikat bergagang, kuas, semprot oli, kanebo, shampo salju, semir ban, obat poles body, dan sabun colek.

Kiat memberi pelayanan terbaik, tidak hanya untuk usaha steamnya saja. Ayah dari dua orang anak ini juga melakukan untuk bisnis laundrynya.

“Untuk menjaga kenyamanan pelanggan, sangat mengutamakan kepuasan pelanggan dengan menjaga kebersihan dan kerapian hasil loundrian kita,” katanya.

Menjaga kenyamanan dan memberikan pelayanan terbaik itu merupakan modal utama dalam bisnis jasa pelayanan. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here