Ahli Waris Korban Ledakan Tabung Oksigen Terharu Terima Santuan Ratusan Juta

SumateraPost, Binjai – Kedua bola mata Pika Wardhani, perempuan warga Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara, seketika berkaca-kaca dalam menahan rasa sedih dan haru.

Suaranya pun terdengar sedikit parau saat mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada BPJamsostek Cabang Binjai, begitu menerima secara simbolis uang santunan kematian sang suami senilai Rp 147,52 juta.

Pika merupakan istri dari Almarhum Erwin Nurdiansyah, salah satu dari empat korban meninggal dunia dalam insiden meledaknya tabung oksigen Bengkel Las KM19, di Jalan Binjai-Stabat, Desa Tandam Hulu II, Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, 27 Agustus 2020.

Erwin sendiri adalah salah satu dari delapan pekerja Bengkel Las KM29 yang menjadi korban ledakan, dan terdata sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Binjai.

“Terimakasih BPJamsostek. Terimakasih juga buat perusahaan, karena sudah daftarkan suami saya jadi peserta,” ucap Pika, saat serah-terima dana santunan kematian suaminya dengan Kepala Kantor Cabang (Kakancab) BPJamsostek Binjai, TM Haris Sabri Sinar, Selasa (13/10/2020)

Menurut Pika, rencananya uang santunan kematian sang suami akan dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan rumahtangga, biaya pendidikan anak, dan sebagian.lagi dialihkan sebagai tambahan modal usaha.

Sebab setelah suaminya meninggal dunia, Pika dituntut mandiri dan berjuang sendiri untuk menafkahi diri dan anak-anaknya, serta mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka.

“Yang pasti, uang santunan ini akan saya gunakan untuk mencukupi keperluan kekuarga dan masa depan anak-anak saya. Apalagi saya sekarang sendiri membesarkan anak-anak,” ungkapnya, didampingi dua ahli waris penerima santunan kematian serupa.

Kakancab BPJamsostek Binjai, TM Haris Sabri Sinar, mengatakan, santunan kematian tersebut diberikan pihaknya kepada ahli waris.dari tiga pekerja peserta BPJamsostek yang meninggal dunia akibat ledakan tabung oksigen Bengkel Las KM29.

Menurutnya, total dana santunan kematian yang diberikan kepada ketiga ahli waris peserta sebesar Rp 442,56 juta. Dimana setiap.ahli waris peserta mendapatkan uang santunan kematian sebesar Rp 147,52 juta.

Ketiga peserta BPJamsostek penerima santunan kematian itu antara lain, Almarhumah Diah Ayu Lestari, yang diserahkan melalui suaminya, Candra Afriandi, Almarhum Waris, melalui anaknya, Ananda Riska Amelia Putri, serta Almarhum Erwin Nurdiansyah melalui istrinya, Pika Wardhani.

“Jadi, masing-masing ahli waris peserta menerima santunan kematian sebesar 48 kali gaji yang dilaporkan perusahaan tempat ketiga peserta selama ini bekerja,” ungkap Haris.

Secara khusus dia menyebut, santunan kematian merupakan bagian dari manfaat program ketenagakerjaan yang wajib diberikan pijaknya kepada tiga pekerja Bengkel.Las KM29.yang menjadi peserta BPJamsostek.

“Namun selain dana santunan kematian, ahli waris peserta juga berhak mendapatkan jaminan beasiswa pendidikan bagi dua anaknya, hingga si anak menyelesaikan pendidikan pada jenjang Strata-1,” terang Haris.

Atas dasar itu dia mengimbau seluruh perusahaan dan pihak pemberi kerja di Kota Binjai, Kabuoaten Langkat, dan Kabupaten Deliserdang, agar segera mendaftarkan para tenaga kerjanya sebagai peserta BPJamsostek. L

“Pada dasarnya, ini bagian dari tanggungjawab pemberi kerja kepada tenaga kerjanya, sekaligus kewajiban perusahaan dan pihak pemberi kerja dalam mematuhi Undang-Undang Ketenagakerjaan,” ujar Haris.

Seperti diketahui, ledakan tabung oksigen menghancurkan Bengkel Las KM29, di Jalan Binjai Stabat, Dusun I Purnamasari, Desa Tandam Hulu II, Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, 27 Agustus 2020.

Akibat peristiwa itu, empat orang meninggal dunia. Mereka terdiri dari tiga pekerja bengkel dan satu warga yang sedang melintas. Sedangkan sembilan korban lainnya terluka. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here