AKBP I Made Rasma Pimpin Upacara PTDH Tiga Personilnya

GUNUNG SUGIH, Sumaterapost.co Kapolres Lampung Tengah AKBP I Made Rasma, S.Ik, M.Si memimpin Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat ( PTDH) tiga personilnya, yang dilaksanakan dilapangan polres Lampung Tengah, Senin 2/12 sekitar pukur 07.30 Wib.

Upacara yang dihadiri pejabat utama, Perwirs, Kapolsek se – Polres Lampung Tengah, serta peserta upacara yang terdiri dari satu pleton Sabhara, satu pleton Lalu Lintas, satu pleton gabungan staf, satu pleton Polwan, satu pleton Bhabinkantibmas, satu Pleton Intelkam, satu Pleton Reskrimum dan ResNarkoba serta satu pleton ASN Polres lampung Tengah.

Dalam sambutanya Kapolres, bahwa dalam upacara ini sudah barang tentu sangat prihati atas langkah dan keputusan ini, karena atas pemberhentian ke tiga anggota yang memang sudah cukup lama dirinya mengabdikan dipolres ini, walaupun terasa itu semua melalui sikap yang cukup berat, namun hal ini hal ini harus tetap dilaksanakan, karena kesemuanya untuk kebaikan organisasi polri yang sangat dicintai ini,
“Semoga kejadian ini mampu menimbulkan efek jera dan menjadi contoh kepada personil yang lainnya, untuk kedepanya tidak ada lagi personil yang akan melakukan pelanggaran disiplin, Kode Etik maupun melakukan tidak pidana lainnya, dan ini semua demi tegaknya peraturan yang berlaku pada institusi polri,” tegas Kapolres.

Sebagai manusia tentunya harus turut bersedih atas pemecatan tiga personil Polres Lampung Tengah hari ini, yaitu saudara Nursalim, saudara Nugroho Dwi Harmoko dan saudara Yayan, karena diakui maupun sebaliknys akan sangat berimbas bukan terhadap yang bersangkutan secara person saja, namun akan sangat berdampak terhadap ekonominya, anak istri dan keluarga besarnya, selebihnya yang bersangkutan pasti merasa malu atas pemecatan ini.

” Pimpinan harus tegas untuk menegakkan peraturan, dan pemecatan ini dilaksanakan melalui tahapan- tahapan yang memakan waktu sangat panjang dan sangat melelahkan, ditambah juga menghabiskan anggaran yang tidak sedikit, besar harapan kiranya yang bersangkutan bisa berubah, bisa lebih baik dan bisa disiplin, serta pula telah dilakukan upaya – upaya pembinaan dengan harapan agar ada perubahan, namun pengorbanan itu tidak membuahkan hasil yang cemerlang, maka dengan sangat terpaksa institusi polri khususnya polres Lampung Tengah mengajukan sidang KKE dengan rekomedasi PTDH, dan ini dikabulkan oleh Bapak Kapolda Lampung, ” tegas Made dalam pidatonya.

Mengakhiri sambutanya, Kapolres yang dikenal dengan pola serta gaya kepemimpinan sangat bijak ini, dia berharap baik sebagai pribadi mau pimpinan berharap agar kedepan tidak ada lagi upacara PTDH, dan berharap agar jajaran polri khususnya di kesatuan polres Lampung Tengah dapat melaksanakan tugas sebagai mana koridor aturan yang memang telah ada,

“Mari kita bekerja sesuai dengan aturan – aturan yang ada seperti yang diamanatkan undang – undang, kepada seluruh Perwira atau Pejabat yang diberi tanggung jawab, hendaknya mampu menjadi tauladan bagi jajaran dibawahnya, dan lakukan pembinaan secara terus menerus dengan tekhnis selalu mengingatkan, tegur dan nasehati anggotanya agar tidak menyimpang dari Tri Brata dan tatanan Rastra Swakotama, “ ujar Kapolres. (Ganda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here