Akses Jalan TMMD Reguler Brebes Diharapkan Memotivasi Anak Desa Terisolir Tamat SLTP

Brebes SumateraPost.co – Tidak terbantahkan lagi jika warga Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, begitu antusias menyambut pelaksanaan pembangunan secara lintas sektoral melalui TMMD Reguler ke-109 Kodim 0713 Brebes.

Hal itu dikarenakan, sudah lama mereka berharap adanya pembangunan skala besar di desanya, dan TMMD Reguler menjawabnya dengan menghadirkan pembangunan fisik/infrastruktur, maupun non fisik berupa penyuluhan/sosialisasi serta pelatihan.

Dari pantauan di lapangan, sejak Pra TMMD dimulai tanggal 15 September 2020 lalu, dimana beberapa sasaran fisik TMMD Reguler sudah mulai disentuh, yaitu pelebaran dan pembukaan jalan 1,6 kilometer lebar 4-6 meter, pembuatan talud di kanan-kiri jalan, dan pembuatan 3 unit plat deker serta 1 unit riol/gorong-gorong, tak kurang dari 45 orang per harinya hadir berbaur dengan TNI untuk ikut kerja bakti.

Dijelaskan Sekretaris Desa (Sekdes) Kalinusu, Sugiarto, SH (37), bahwa pihaknya bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat, telah mensosialisasikan kepada warga Kalinusu, dan menjadwal kerja bakti bergiliran warganya untuk membantu TNI dalam Pra TMMD.

“Apa yang sedang dibangun, semua demi warga Kalinusu sendiri. Untuk itu, kami sepakat akan maksimal mendukung penuh TNI di semua pekerjaan dan kegiatan non fisik TMMD,” tegasnya, Rabu (16/9/2020).

Sugiarto sangat bangga dengan upaya Pemkab dan TNI dalam membuka ketelisoliran puluhan tahun dari salah satu dari dua dukuh di desanya yang terisolasi, yaitu warga Dukuh Kedung Kandri, yang merupakan nenek moyang warga Kalinusu.

“Jika akan ke kantor desa (Balai Desa Kalinusu), warga kami di Dukuh Kedung Kandri selama ini harus menyeberang Kali Pemali dengan rakit terlebih dahulu. Selanjutnya mereka melanjutkan perjalanan darat sejauh 8 kilometer lebih dalam waktu 45 menit sampai 1 jam, dengan melewati beberapa desa di wilayah kecamatan tetangga (Bantarkawung) dan sejumlah desa di Kecamatan Bumiayu, sebelum akhirnya tiba ke tujuan,” bebernya.

Dijelaskannya lanjut, jika Kali Pemali banjir, warga Kedung Kandri tidak bisa kemana-mana karena rakit tidak berani beroperasi.

“Jika jalan TMMD itu jadi maka warga kami disana hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke Balai Desa,” imbuhnya.

Ditambahkannya, jalan baru itu akan menjadikan akses baru bagi pendidikan yang selama ini warga Kedung Kandri mayoritas hanya lulusan SD dan beberapa lulusan SLTP di wilayah Kecamatan Bantarkawung.

“Mudah-mudahan ke depan warga Kedung Kandri bersemangat melanjutkan sekolah minimal sampai lulus SLTP,” pungkasnya. (Sugiarto).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here