Aksi Buruh dan Mahasiswa Demo Penuhi Jalan Didepan Gedung DPRD

INDRAMAYU SumateraPost.co – Ratusan massa gabungan buruh dari 5 serikat yaitu Gabungan Serikat Buruh Migas Indramayu (GASBumi), Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Serikat Pekerja Elpiji, Serikat Pekerja Arya Wiralodra, Serikat Buruh Keramik dan mahasiswa berunjuk rasa ke gedung DPRD Indramayu, Kamis (8/10). Menuntut pembatalan UU Cipta Kerja, seperti aksi-aksi di beberapa daerah lain.

Massa datang dengan membawa berbagai spanduk yang berisi penolakan terhadap terhadap UU Cipta Kerja yang baru disahkan DPR RI. Sepanjang jalan menuju lokasi, mereka juga terus bernyanyi dan berorasi.

Demikian masa unjuk rasa yang memadati Jalan Jenderal Sudirman Indramayu pas didepan Gedung DPRD saat itu membuat area jalan tersebut menjadi lumpuh. Untuk mengantisipasi situasi itu pihak Polres Indramayu melakukan rekayasa lalu lintas dengan pengalihan kendaraan ke sejumlah ruas jalan lainnya, agar masyarakat tetap dapat melanjutkan perjalanan yang terhalang aksi tersebut.

Dalam orasinya, massa menolak dengan tegas UU Cipta Kerja dan mendesak Presiden RI menerbitkan Perppu sebagai langkah konstitusi umtuk membatalkan UU Cipta Kerja. Semula, aksi massa berlangsung kondusif. Namun, tiba-tiba dari arah pengunjuk rasa ada yang melemparkan botol ke arah petugas yang berjaga. Yang diikuti pengunjuk rasa lainnya yang juga melemparkan botol, kardus hingga batu bata, sehungga seorang anggota polisi terluka terkena lemparan batu di bagian pelipis dan langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan.

Selain melakukan pelemparan, massa pendemo yang ada di barisan depan juga berusaha merangsek masuk ke dalam gedung DPRD Indramayu. Sehingga, terjadi saling dorong mendorong dengan petugas yang berusaha menekan desakan masa aksi agar tidak masuk ke Gedung DPRD yang saat itu tengah melaksanakan Sidang Paripurna.

Sedangkan Koordinator pendemo berusaha meredam emosi massa saat itu. ‘’Satu komando. Aksi kita aksi damai. Jangan lakukan lempar-lemparan,’’ teriak koordinator masa pendemo berulang kali melalui pengeras suara.

Demikian pula yang dilakukan petugas kepolisian, dengan pengeras suara pula petugas terus meminta agar massa tetap tenang.

Aksi demo kembali kondusif setelah Ketua DPRD Indramayu, Syaefudin yang di dampingi Kapolres Indramayu AKBP Suhermanto, menemui pengunjuk rasa, dan menyatakan dukungan atas aspirasi massa.
‘’Saya mengerti perasaan teman-teman saat ini. Makanya saya dengan tegas mendukung aspirasi kalian,’’ ujar Syaefudin.

Bahkan Ketua DPRD tersebut menandatangani lembar pernyataan massa pendemo yang akan diteruskan ke DPR RI dan Presiden, sebagai ungkapan untuk menolak adanya keputusan ombus law UU tenaga kerja, setelah itu massa pendemopun membubarkan diri.(Nn/Bagas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here