Semarang — Lereng Bukit Manyaran Permai yang dikenal sebagai kawasan rawan longsor kini mendapat sentuhan hijau melalui aksi penanaman pohon yang digelar Program KELANA (Kepedulian Lingkungan Aksi Nyata Bersama), Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Satu Juta Pohon sekaligus langkah konkret mitigasi bencana berbasis lingkungan serta Pra menuju Art Simetri 3 pada bulan Juni mendatang yang mengusung Tema Seni Budaya dan Lingkungan
Puluhan hingga ratusan relawan dari berbagai latar belakang turut hadir dan terlibat langsung dalam penanaman pohon. Kolaborasi ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, DLH Kota Semarang, serta sejumlah komunitas lingkungan seperti Pepelingasih Jawa Tengah, Jateng Resik, Semarang Mangrove, dan Komunitas Pinggir Jurang, bersama warga Bukit Manyaran Permai.
Koordinator kegiatan, Kelvin Galuh Dwi Adrianto, menyampaikan bahwa Program KELANA dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas sektor untuk menjawab persoalan lingkungan secara nyata. Menurutnya, penanaman pohon di kawasan Manyaran tidak hanya bersifat simbolik, tetapi diarahkan untuk memperkuat fungsi ekologis lereng dan menekan risiko bencana tanah longsor.
“Penanaman pohon adalah langkah sederhana, namun dampaknya besar jika dilakukan bersama dan berkelanjutan. Pohon berperan penting dalam menjaga kestabilan tanah dan keseimbangan ekosistem,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, peserta menanam berbagai pohon keras seperti beringin dan aren, serta pohon buah antara lain nangka, alpukat, durian, dan mangga. Selain berfungsi sebagai penahan tanah dan penyerap air, tanaman tersebut juga diharapkan memberi manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari sektor swasta, yakni PT MAS ARYA, PT MAS KREEDA, dan PT MAS SILUETA, sebagai bentuk kontribusi dunia usaha dalam upaya pelestarian lingkungan.
Melalui Program KELANA, penanaman pohon tidak hanya dimaknai sebagai aksi seremonial, melainkan sebagai upaya membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama. Dari Bukit Manyaran, pesan itu tumbuh: perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. (Christian Saputro/ril)




