Alexander GB dan Kawan-kawan Membaca Kembali Jejak Agraris

0

SumateraPost, Merbau Mataram – Dalam gelaran “Srawung Seni Sawah” yang ditaja di area persawahan di Desa Triharjo, Kecamatan Merbau Mataram, kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Kamis, 9 Januari 2020, seniman perfomer Alexander GB akan menampilkan repertoar bertajuk: “Lonceng Sapi dan Pagi yang Tumbuh di Sawah”

Pada event yang digelar kolaboratif Rumah Tari Sangishu, yang bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk kembali membangkitkan, menumbuhkembangkan dan melestarikan budaya dan tradisi agraris dan sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap kesenian dan seniman Alexander GB kan melakukan sebentuk pembacaan atau mengingat dan mengenali kembali tentang sawah, momen-momen, memori yang mungkin tumbuh di sana. Sebentuk gerak yang merupakan proses memperbaiki atau meralat kekeliruan. Pasalnya, kekeliruan ini juga yang menimbulkan ketidakseimbangan, bahkan bisa menimbulkan bencana bagi manusia dan alam itu sendiri. “ Ini merupakan sebuah pembacaan, dialog, interaksi, semacam sebuah doa,” ujar Alexander GB yang pernah ikut berproses dengan almarhum Mbah Prapto di Padepokan Lemah Putih, Solo.

Alexander mengatakan, seniman-seniman yang akan berpartisipasi dan berkolaborasi dalam pembacaan dan silaturahmi budaya ini antara lain; Diantori Dihans (Gar Dancestory) Arif Uda (STO Metro), Riska (UKMBS) Inon Junaidi, dan Edythio Rio Wirawan (Orkes Bada Isya). “Kami coba akan melakukan pembacaan lingkungan dengan gerak-gerak yang bersumber dari kesadaran akan pentingnya keseimbangan dengan alam. Seperti sebuah doa agar laku tubuh selaras dengan alam,” jelas GB panggilan akrab Alexander GB yang juga bergiat di Teater Kober Bandar Lampung (Christian Saputro)

Baca Juga :  “Simfoni untuk Dini”, Mengenang Setahun Wafatnya NH Dini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here