Alhamdulillah, 2023 Tol Binjai-Langsa Selesai Dibangun

SumateraPost, Binjai – Kabar gembira bagi masyarakat Sumatera Utara dan Aceh. Dalam jangka waktu kurang dari tiga tahun, Tol Trans Sumatera Ruas Binjai-Langsa akan mulai dioperasikan.

PT Hutama Karya (Persero) selaku pelaksana megaproyek ini menargetkan pembangunan Tol Trans Sumatera Ruas Binjai-Langsa sepanjang 130,6 kilometer akan selesai pada 2023 mendatang.

“Tol Binjai-Langsa kita targetkan selesai di 2023,” ungkap Direktur Proyek PT Hutama Karya (Persero), Hestu Budi Husodo, saat ditemui wartawan di kantornya, Komplek Perumahan Padang Hijau, Diski, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Rabu (24/02/2021).

Baca Juga :  Indra Kelana: PII Sumut Akan Gelar Perkampungan Kerja Pelajar

Dikatakan Hestu, sejauh ini PT Hutama Karya (Persero) masih melanjutkan pengerjaan Ruas Tol Binjai-Langsa, bersamaan dengan proses pembebasan lahan.

Hanya saja untuk pengerjaan tahap awal ini, pihaknya lebih memprioritaskan penyelesaian tiga seksi tol, dimulai dari Binjai hingga Pangkalanbrandan, dengan jarak tempuh sepanjang 57,5 kilometer.

Menurut Hestu, Tol Seksi I menghubungkan Binjai dan Stabat sepanjang 12,3 kilometer. Kemudian Tol Seksi II menghubungkan Stabat dan Tanjungpura sepanjang 26,2 kilometer. Sedangkan Tol Seksi III menghubungkan Tanjungpura dan Pangkalanbrandan sepanjang 18,9 kilometer.

Baca Juga :  AKBP Yustinus Setyo : Deklarasi Tolak Narkoba Menuju Tanah Karo Bebas Narkoba

“Di akhir 2021 ini, kita targetkan Tol Seksi I dari Binjai menuju Stabat selesai dikerjakan. Sedangkan Tol Seksi II dan III, yakni dari Stabat ke Pangkalanbrandan ditargetkan rampung di akhir 2022,” ujarnya.

Memgenai pengerjaan Tol Seksi IV dari Pangkalanbrandan menuju Kualasimpang sepanjang 44,2 kilometer dan Tol Seksi V dari Kualasimpang menuju Langsa sepanjang 29 km, dia sendiri menargetkan proyek tersebut selesai di akhir 2023.

Secara khusus Hestu mengakui, terdapat perbedaan pada pengerjaan proyek pembangunan Ruas Tol Binjai-Langsa dengan Ruas Tol Medan-Binjai. Namun perbedaan itu bukan berhubungan dengan persoalan teknis, melainkan menyangkut proses pembebasan lahan.

Baca Juga :  Brimob Batalyon C Sumut Berbagi Sembako Pada Kaum Dhuafa

Dalm hal ini, pembebasan lahan pada proyek Tol Binjai-Langsa jauh lebih mudah dibandingkan proyek Tol Medan-Binjai. Ini mengingat lahan yang dibebaskan sebagian besar masih berstatus Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II, sehingga lebih mudah proses ganti-ruginya.

“Perbedaannya itu hanya masalah pembebasan lahan. Sebab lahan yang dibebaskan untuk proyek Tol Medan-Binjai, banyak yang sudah jadi pemukiman. Sedangkan untuk proyek Tol Binjai-Langsa sebagian besar masih HGU,” jelas Hestu. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here