ALI ROSAD: Saya Tidak Merasa Pungut Uang Haram

Terbanggi Besar, SumateraPost.co – Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Ali Rosad, S.Pd. menghimbau para wali murid yang telah menyumbangkan dana untuk kelangsungan pembangunan Masjid yang berada dilokasi lingkungan sekolahnya yang merasa tidak ikhlas, agar mengambil kembali dananya terhadap Komite Sekolah.

“Silahkan ambil dananya kembali dan tunjukkan bukti yang syah terhadap pengurus Komite, apabila memang bantuan tersebut terkesan tidak ikhlas, karena sumbangan ini bukan suatu tekanan dari pihak sekolah maupun pengurus Komite” tegas Ali Rosad.

Lebih lanjut diungkapkan, bahwa awalnya sekolah telah menerbitkan surat edaran pada 2 Juli 2020 yang lalu, terhadap para wali murid dan pihak ketiga lainnya terkait dengan niatan untuk mewujudkan renovasi atau pembangunan rumah ibadah disekitar lokasi SMKN 2 Terbanggi Besar ini namun ditengah proses perjalanan, ada pihak – pihak tertentu yang mengkemas ‘kesan’ seolah – olah bantuan tersebut dipaksakan, bahkan dinilai melakukan pungutan uang haram bahkan dengan cara paksaan.

“Karena melihat situasi serta ‘boming’ yang seolah oknum Kepala Sekolahnya telah melakukan pungutan uang haram, maka 6 hari surat tersebut beredar, tepat tanggal 8 Juli 2020 surat edaran tersebut kami tarik kembali dan tidak diedarkan lagi, “papar Kepala Sekolah ini.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Kejuruan se – Lampung Tengah ini memaparkan, edaran Iuran Pembiayaan Pendidikan (IPP) yang sudah pernah beredar 2 Juli 2020, sudah dicabut dan dibatalkan dan tidak berlaku lagi terhitung sejak 8 Juli 2020, karena SMK Negeri 2 Terbanggi Besar harus patuh pada Instruksi Gubernur Lampung dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.

“SMK Negeri 2 Terbanggi Besar tidak pernah menerima bahkan melakukan pungutan liar (pungli), pungutan uang haram terhadap siapapun, kami hanya menerima sumbangan dari para donatur, masyarakat, termasuk dari orang tua / wali siswa, dan dana itu akan digunakan untuk biaya pembangunan Masjid diingkungan sekolah ini, tegas Ali dengan nada berapi – api akibat dirinya yang dituduh telah melakukan pemungutan uang haram ini.

Terakhir diungkapkannya dihadapan wartawan dari Sumaterpost.co bahwa pihaknya secara pribadi maupun kelembagaan merasa sangat – sangat dirugikan, pasalnya, apa yang telah dituduhkan sama sekali tidak benar, terlebih menyebutkan bahwa para wali siswa telah berbondong – bondong mendatangi sekolah dalam menyampaikan protesnya, terkait atas iuran / sumbangan itu,

“Untuk temen – temen elemen, sebaiknya lakukan konfirmasi atas kebenaran info yang didapat, lakukan ceck and balant terlebih dahulu, agar semuanya bisa jelas, serta tidak merugikan privasi pihak – pihak tertentu, karena selaku orang tua baik itu orang tua didik maupun orang tua kandung, harus mampu menjadi contoh dan cermin khususnya bagi anak – anak dimasa mendatang.
(ganda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here