Ambisi Ade Yasin Kandas, Puncak II Tak Dibahas Dalam RPJMD Jabar

SumateraPost, Bogor – Ambisi Bupati Bogor Ade Yasin, untuk menyelesaikan pembangunan Jalan Poros Tengah Timur (PTT) atau dikenal Puncak II sepanjang 48,5 kilometer kandas. Setelah revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat 2018-2023 tidak masuk dalam bahasan.

Ade Yasin berulang kali melontarkan gagasan, agar jalan tembus Puncak II dapat mengurai kemacetan kawasan Puncak. Ade Yasin dalam beberapa kesempatan, jalan tembus tersebut akan dikerjakan dalam program TNI masuk desa.

Baca Juga :  Wujudkan Program Dokmaru, Bupati Nina Bawa Balita Penderita Tumor

“Kini Puncak II tidak masuk dalam RPMJD, pembahasan tahun ini dan pembahasan masuk tahap akhir,” kata anggota Panitia Khusus (Pansus) Revisi RPJMD DPRD Provinsi Jawa Barat, Asep Wahyu Wijaya dalam keterangannya Senin (22/2/2021)

Dia mengungkapkan, usulan pembangunan Jalur Puncak II yang getol di perjuangan Pemkab Bogor, ditolak Gubernur Ridwan Kamil. Pansus pengesahan RPMJD akan berakhir Kamis (25/2/2021) mendatang.

Baca Juga :  Pos Lantas Simpangan Depok Ambrol, Dikabarkan Tak Ada Korban Jiwa

“Rencananya RPJMD Jawa Barat akan disahkan Kamis (25/2) mendatang. Rencana pembangunan Puncak II berupa permohonan pembiayaan, ditolak Pemprov Jabar” ungkap Asep.

Untuk diketahui katanya, saat ini Pemprov Jabar lebih fokus pada pemulihan ekonomi masyarakat dan penanganan Covid-19, bila dibanding pembangunan infrastruktur, seperti Puncak II. Pemkab Bogor, “Keukeuh” jalan tembus itu segera dibangun dengan berbagai pertimbangan.

Baca Juga :  Gerakan Lintas Aktivis Mahasiswa Datangi Kementerian ESDM dan Kementerian KLHK.

Dia juga mengatakan, penyusunan RPJMD Jawa Barat 2021-2023 difokuskan pada penanganan Covid 19. Karena dianggap jauh lebih penting ketimbang instruktur jalan. “Pemulihan ekonomi rakyat dan penangan Covid- 19,, jauh lebih penting,” pungkasnya. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here