Angka Perceraian Aceh Timur Meningkat 20% Setiap Tahun

0

SumateraPost.co, Aceh Timur – Dalam cacatan Makamah Syar’ iyah Kabupaten Aceh Timur, angka perceraian setiap tahunnya meningkat 20%, ini dibuktikan dari catatan yang di sampaikan Kantor Mahkamah Syar’ iyah.

Pada tahun 2019 perkara yang masuk mencapai 513 perkara diantaranya, perselisihan dan pertengkaran dalam rumah tangga terus menerus 313 Perkara, – Faktor Ekonomi 70 Perkara, – meninggalkan salah satu pihak ada 66 perkara, dan yang kecil perkara yakni dihukum penjara salah satu pihak ada 4 perkara, dari jumlah tersebut 513 perkara 60 perkara yang ditolak pihak mahkamah dikarenakan tidak cukup bukti alasan masuk dalam perkara dan dicabutnya perkara ” Kata Ketua Mahkamah Syar’ iyah melalui Panitra Mahkamah Syar’ iyah Idi, Nawawi, SH, MH, diruang Kerja Pada Sumatera Post, Selasa, ( 14 Januari 2020 ).

Nawawi juga menjelaskan, bila ditinjau dari perkara yang masuk di Mahkamah, kasus permasalahan perselisihan cekcok rumah tangga yang mendominasi, 313 perkara selanjutnya Faktor Ekonomi 70 perkara dan 66 perkara akibat meninggalkan salah satu pihak, hanya 4 perkara terkait salah satu di penjara dalam menjalankan hukuman “, Kata Nawawi.

Baca Juga :  Krueng Keureutoe Meluap, Lima Gampong di Kec. Matangkuli Terendam Air

Ditambahkannya, perkara yang masuk ke Mahkamah setelah di evaluasi pertahunnya meningkat diperkirakan 20% setiap tahunya ” , Tambah Nawawi.

Dikesempatan lain, Tgk. Zubir, S.Sos.i, M.Si, Selaku Masyarakat yang juga sebagai Ketua Penyuluh Agama Non PNS Kecamatam Idi Rayeuk Periode 2020- 2025, dalam tanggapanya terkait besarnya peningkatan persentasiĀ  kasus perceraian bagi masyarakat Aceh Timur yang masuk gugatan di Mahkamah Syar’iyah Aceh Timur mengatakan sangat prihatin dan cukup disayangkan, masalahnya begini, kita tau, Aceh secara keseluruhannya sedang giat giatnya menjalankan program Syariat Islam, seluruh elemen baik secara Pemerintahan danĀ  kelembagaan bekerja memberikan pembinaan dan bimbingan kepada seluruh masyarakat agar sadar dan mampu menguasa ilmu Agama Islam sehingga benar benar dapat dijalankan secara umum termasuk dalam rumah tangga ” , Kata Zubir.

Namun masih saja kesadaran tersebut tidak dapat diperbaiki dengan harapan, ya terpulang kepada person masing masing, menurutnya, Sebelum masuk kejenjang perkawinan sebaiknya para remaja yang akan menjadi Calon pengantin harus sudah faham betul terkait hubungan rumah tangga yang baik itu bagai mana, bukan hanya sekedar melepas masa lajang tapi dalam perjalananya dia malah kembali ke masa lajang, alias sendiri lagi cuma statusnya yang lain sebutanya duda bagi kaum pria janda bagi kaum wanita “, Katanya.(TB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here