Asrama Ponpes Nurul Islam Terbakar, PT BCN Langsung Membantu

0

SumatetaPost, OGAN ILIR—Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren Nurul Islam, Desa Seribandung, Kecamatan Tanjungbatu, Ogan Ilir, Sumsel. Senin (10/2/20) jam 02.30 dini hari, salah satu asrama di salah satu pondok pesantren tertua di Sumatera Selatan itu terbakar.

“Yang terbakar itu asrama putera. Kejadiannya dini hari saat para santri sedang istirahat menjelang waktu tahajud. Ada delapan ruang dalam satu blok yang terbakar. Jumlah santri yang tinggaldi di asrama itu ada 24 orang,” kata M. Sadzili T. Anwar, pengasuh Pondok Pesantren yang berdiri sejak 1932 itu.

Musibah yang terjadi pada lembaga pendidikan agama Islam itu direspons cepat oleh PT Buma Cima Nusantara (BCN), anak perusahaan PTPN VII. Lokasi pondok yang tak jauh dari perusahaan mengundang empati karyawan perusahaan yang mengelola kebun tebu dan Pabrik Gula Cinta Manis. Secara spontan, mereka menggalang dana internal untuk disumbangkan.

“Senin pagi kami mendengar kabar musibah itu. Kami langsung respons secara personal untuk menggalang dana guna membantu suasana darurat. Alhamdulillah, respons kawan-kawan cukup cepat dan cukup baik,” kata Dicky Cahyono, Direktur Operasional PT BCN.

Dalam waktu dua hari, dana terkumpul sebanyak Rp12.500.000,-. Penyerahan dana spontanitas itu kemudian diserahkan kepada pihak Pondok Pesantren oleh Bambang Sutejo, mewakili manajemen, Rabu (12/2/20). Kepada pengasuh Pondok, Bambang menyatakan turut berduka dan prihatin atas musibah tersebut. Dia juga mengaku, pihaknya akan berupaya membantu sebatas kemampuan yang ada.

Akibat kebakaran ini, pihak Pondok yang menampung 500-an santri itu mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta. Sementara itu, 24 santri yang selama ini tinggal di asrama Blok A itu dipindahkan ke asrama lain.
Sadzili menduga, musibah kebakaran ini akibat korsleting pada instalasi listrik. Ia menjelaskan, saat kebakaran terjadi, penghuni asrama sedang terlelap tidur. Yang mengetahui adanya kebakaran justru tetangga asrama yang terbangun saat dini hari itu.

“Bagaimanapun, kami masih bersyukur tidak ada korban jiwa. Waktu itu, anak-anak sedang tidur. Beruntung, ada tetangga yang memberi tahu. Akhirnya pintu-pintu asrama kami dobrak untuk membangunkan santri. Semua barang milik santri ludes terbakar,” kata dia.

Tak kalah ligat, ibu-ibu dari Ikatan Kekeluargaan Istri (IKI) Karyawan PTPN VII Distrik Cinta Manis juga langsung tanggap. Mereka segera mengabarkan berita duka ini, lalu menggalang sumbangan pakaian layak pakai dan dana untuk disumbangkan.

Sadzali T. Anwar menyampaikan terima kasih kepada seluruh insan karyawan/i Unit Cinta Manis dan IKI yang telah memberikan donasi baik berupa dana dan pakaian layak pakai.

“Hubungan baik antara perusahaan dan Ponpes dapat tetap terjalin harmonis dan semakin sinergis,” ujar pimpinan Ponpes itu. (HUMAS PTPN VII)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here