Babinsa Koramil Lebaksiu Bantu Warga Yang Rumahnya Rusak Akibat Disapu Angin Puting Beliung

Tegal SumateraPost.co – Babinsa Koramil 15/Lebaksiu membantu puing-puing rumah warga akibat disapu angin puting beliung bertempat di Desa Balapulang Wetan Kecamatan Balapulang, Sabtu malam (26/12/20)

Menurut keterangan Babinsa Koramil 15/Lebaksiu Kodim 0712/Tegal Serka Akil Aziz menyampaikan ada puluhan rumah warga yang tersapu angin kencang di wilayah Desa Lebakgowah Kecamatan Lebaksiu, alhamdulillah pada kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Hanya saja, puluhan rumah mengalami kerusakan.

Sementara Ketua Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, Iman Susworo melalui Kepala Markas PMI, Sunarto menuturkan, peristiwa itu berawal saat di wilayah tersebut diguyur hujan deras pada pukul 16.00. Tidak berselang lama, tiba-tiba datang hembusan angin kencang dan menerjang puluhan rumah penduduk di dua desa tersebut.

Baca Juga :  Polisi Imbau Masyarakat Waspadai Tanah Longsor

“Kerusakan rumah bervariatif, mulai dari rusak ringan hingga berat. Yang paling banyak di Desa Lebakgowah, yakni ada 23 rumah yang rusak dan di Balapulang Wetan hanya ada 1 rumah,” ujarnya.
Kendati pihaknya sudah mendata, tapi belum bisa memastikan. Sebab, data yang diperolehnya baru sementara. Disebutkan, rumah warga yang rusak mayoritas pada bagian atap, yakni genteng beterbangan akibat diterjang angin kencang.

Baca Juga :  Prajurit Kodim 0703 Cilacap Berlatih Tata Cara Apel dan Yel yel

“Warga dan relawan PMI, BPBD dan TNI Polri juga ikut membantu membersihkan puing puing rumah. Warga juga bergotong royong membetulkan atap rumah yang mengalami rusak ringan,” ucapnya.
Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, Kurdianto, mengatakan hal senada. Menurutnya, kerusakan rumah yang disebabkan angin kencang masih kategori kerusakan ringan.

Baca Juga :  Terus Jalin Sinergitas Wilayah, Babinsa Koramil 14/Slawi Komsos dengan Warga

“Begitu kita mendapatkan laporan dari warga tentang adanya bencana angin kencang kita langsung ke sana dan melakukan assesmen,” ujarnya.
Untuk kegiatan pendataan dan gotong royong pun ditunda hingga Minggu (27/12) mengingat kondisi yang sudah gelap. Untuk kerugian sendiri diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
“Ada satu tempat usaha yang mengalami rusak parah, yakni penggilingan padi. Kami menghimbau warga agar lebih berhati hati karena saat ini sering terjadi cuaca ekstrim,” imbuhnya. (yer/Nrs/sugiarto).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here