Badra Santi Institute Gelar Nobar dan Diskusi Film “Gugur Gunung”

Semarang – Badra Santi Institute didukung FKUB Jateng, Pelita, Gusdurian Semarang, Keluarga Budhayana Indonesia dan Dto’el Coffe Kopi Lelet Lasem bakal menaja film pendek bertajuk : “Gugur Gunung”.

Nonton bareng dan diskusi yang bersama tokoh agama dari FKUB Jateng, Pelita Semarang dan Gusdurian ini akan dilaksanakan di Wihara Maha Bodhi Wihara Mahabodhi Jln. Taman Seroja Timur II No. 20 Semarang, Minggu 21 Februari 2021, mulai Pk. 09.30-11.00 WIB.

Pemutaran offline ini terbatas hanya untuk 25 orang yang sudah mendaftar. Tetapi jangan khawatir, karena film ini juga bisa disaksikan melalui kanal YouTube Badra Santi Institute mulai hari Senin, 1 Maret 2021 Pk. 01.00 WIB.

Baca Juga :  Harry Suryo Taja Pameran Tunggal “TEROPONG HARRY”

Film pendek lintas agama berjudul; “Gugur Gunung” yang disutradarai Aditya Rohmanul Hidayat, naskahnya ditulis Mas’udhathul Rifah dengan pemeran utama Fitria Nur Umami, Phito Dipankhara dan Ratna Dewi Lestari ini diproduseri Gusti Ayu Rustiko.

Samanera Santi Phalo dari Badra Santi Institute mengatakan, film mengusung kisah semangat anak-anak muda lintas agama bergotong royong memugar petilasan Wihara 2500 Buddha Jayanti di Bukit Kassapa, Semarang . Di tengah situasi provokasi dan ujaran kebencian mengatasnamakan agama digunakan oleh oknum tertentu demi meraih tujuannya kehadiran film ini bak oase yang menyejukkan dan penaka seberkas sinar yang menebar harapan.

Baca Juga :  Harry Suryo Taja Pameran Tunggal “TEROPONG HARRY”

“Diharapakan film ini bisa memantik semangat gotong royong yang merupakan warisan leluhur bangsa kita kepada kaum muda lintas agama. Muaranya tentu kesatuan dan persatuan dalam keberagaman,” ujar Samanera Santi Phalo.

Kisah film “Gugur Gunung”, lanjut Samanera, menceritakan, Gusti Ayu Lasem semula tak tertarik sama sekali sejarah Budha Nusantara. Namun secara tak terduga ia memperoleh warisan buku kuno kakeknya. Buku itu berjudul 2500 Budha Jayanti yang mengisahkan legenda Kepala Naga Wilwatika – Majapahit di Bukit Kassapa Semarang.

Sesudah mengumpulkan teman-teman mudanya mereka sepakat untuk membangunkan Sang Kepala Naga Wilwatika. Langkah mereka disambut teman-teman muda lintas agama di Kota Semarang.

Baca Juga :  Harry Suryo Taja Pameran Tunggal “TEROPONG HARRY”

Dengan semangat wawasan kebangsaan dan demi keutuhan NKRI. Anak-anak muda itu bergotong royong memugar sederhana petilisan Wihara 2500 Budha Jayanti d Bukit Kassapa. Dulu Wihara ini berfungsi sebagai Upsampada bhikku pertama di Indonesia sejak runtuhnya Wilwatikta

. “Ada haru, dinamika konflik, benturan doktrin agama hingga tekanan sosial yang harus mereka hadapi. Mampukah mereka membangunkan Kepala Naga Wilwatikta dari tidur panjangnya?. Penasaran? Catat tanggal tayangnya di Youtube Badra Santi Institute,ya!, Jangan lupa mulai 1 Maret 2021 Pukul 01.00 WIB, ya,” ujar Samanera promosi. (Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here