Banyak Hasutan di Sosmed, Tim Herman Deru Ajak Berkompetensi Secara Fair

Sumaterapost – Meskipun KPUD belum menetapkan pasangan calon pada Pilkada Sumsel 2018, namun peta politik menuju Pilkada Sumsel, semakin hari semakin menarik dan panas.

Selain spanduk calon banyak bertebaran, sosialisasi, adu argumen dan adu program sudah ramai di sosial media. Tidak hanya adu program dan adu argumen, yang paling panas lagi adalah adanya rasa saling menghujat dan menjatuhkan antar pasangan calon, hal itu terjadi begitu masif di sosial media.

Noversa, Juru bicara tim pemenangan Herman Deru, saat dimintai keterangan oleh redaksi mengatakan, pihaknya siap untuk mengikuti dan mentaati aturan yang ada. Kepada redaksi, Noversa menjelaskan, Herman Deru (HD) Center  siap mengedepankan kampanye yang santun dan taat hukum. Hal ini dilakukan HD Center, sebagai upaya mewujudkan perdamaian dan mempererat tali silaturahmi.

“Para bakal kontestan yang ada itu kan, semua saling kenal, bersaudaralah kita ini semua, jadi tak elok jika saling menjatuhkan, itu kampanye kuno, cara lama, dan sudah bukan zamannya lagi,” kata Tim Pemenangan Herman Deru (HD) Center, Noversa, Rabu (31/10).

Herman Deru yang saat ini ingin berlaga di Pilgub Sumsel 2018 ini, kata Noversa menjelaskan, selalu memberikan arahan dan nasihat yang cukup tegas kepada tim pemenangannya, untuk tetap mentaati aturan hukum.

Kepada para timnya, sambung Noversa, Herman Deru juga selalu menasehati, agar para tim selalu mengedepankan silaturahmi dan kekeluargaan. “Dalam konteks itu, (Kampanye Pilgub Sumsel, Red). Bang HD mengajak para kontestan di Pilgub Sumsel 2018 ini ber-fastabiqul khoirot, berlomba dalam kebaikan. Siapa yang terbaik silakan dipilih,” sambung Noversa, kepada redaksi.

Diketahui, berdasarkan hasil beberapa lembaga survei, tingkat elektabilitas Herman Deru berada pada posisi tertinggi. Indomatrix Reseach and Consulting menempatkan posisi elektabilitas Herman Deru berada pada angka 71,25 persen, dengan tingkat popularitas sebanyak 91,75 persen.

Sementara, berdasarkan hasil survei Stratakindo Reseach and Consulting, tingkat elektabilitas Herman Deru berada pada angka 19,75 persen. Terbaru, IPOL Indonesia, menempatkan elektabilitas Herman Deru pada angka 15 persen, dan disusul Dodi Reza sebanyak 13,37 persen.

Selain itu, Noversa juga menambahkan, meskipun suasana berkompetensi ini akan beradu. Ia menegaskan, upaya adu argumen, adu program dan saling kritik harus tetap dalam koridor, pasalnya kata Noversa, hal itu dilakukan untuk kebaikan masyarakat Sumsel.

Kepada Redaksi, Noversa juga mengajak tim yang lain, untuk bisa berkompetisi secara fair. Sebab, sambung Noversa, banyak sekali aturan yang bisa menyeret pada pelanggaran, yang berujung pada penjara, terutama dalam menggunakan sosmed. “Fitnah, hasutan, perbuatan tak menyenangkan semua ada pidananya, begitu juga ujaran kebencian, penyeberan konten kebencian dan hasutan ada pidananya.” sambung Noversa.

“Jangan sampai pilkada justru mengakibatkan orang yang tidak mengerti malah dipenjara. Jadi memang semua harus berkomitmen menyukseskan pilkada ini lancar, aman, damai,” pungkasnya. (rad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here