Bawaslu Uraikan Beberapa Catatan Penting Terkait Pilkada Binjai

Ketua Bawaslu Kota Binjai, Arie Nurwanto SH MH, menguraikan beberapa catatan penting yang harus diperhatikan dan menjadi bahan evaluasi

SumateraPost, Binjai – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai baru saja menyelesaikan tahapan rekapitulasi penghitungan suara peserta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Binjai tingkat Kota Binjai, dalam acara yang digelar di Aula Lantai IV, Hotel Graha Kardopa, Selasa (15/12/2020).

Dari hasil kegiatan itu, Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Binjai nomor urut 3, H Juliadi SPd MM dan Drs H Amir Hamzah MAP, ditetapkan KPU Kota Binjai sebagai kontestan peraih suara terbanyak dengan koleksi 66.731 suara atau sebesar 50,95 persen.dari total 130.974 suara sah.

Sedangkan kedua pesaingnya, yakni Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Binjai nomor urut 1, Rahmat Sorialam Harahap SH MH dan DR H Usman Jakfar Lc MA, hanya mampu meraih 20.030 suara atau sebesar 15,29 persen, serta Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Binjai nomor urut 2, Hj Lisa Andriani Lubis SPsi dan H Sapta Bangun SE, memperoleh 44.213 suara atau sebesar 33,76 persen.

Baca Juga :  Legislator Ini Rela Kucurkan Dana Pribadi Timbun Jalan Berlubang

Secara umum, seluruh tahapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Binjai 2020 berjalan dengan aman, lancar, dan tertib, serta terlaksana sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Hanya saja Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Binjai, Arie Nurwanto SH MH, menguraikan beberapa catatan penting yang harus diperhatikan dan menjadi bahan evaluasi bagi perbaikan kinerja KPU Kota Binjai untuk ke depannya.

Pertama, katanya, terkait penerapan aplikasi Sirekap KPU yang perlu disempurnakan lagi. Sebab dia menilai aplikasi Sirekap justru menjadi faktor yang memperlambat penghitungan suara peserta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Binjai 2020.

Baca Juga :  Wow !!! Pilkada Karo Terancam Diulang, Buku Registrasi Perkara Sudah Diterbitkan MK

Kedua, lanjut Arie, terkait kualitas sumber daya manusia (SDM) penyelenggara pemilihan. Dalam hal ini, pihaknya masih mendapati pelanggaran administrasi, ataupun kesalahan dan kekeliruan dalam pengisian data oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan suara (KPPS) maupun oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS)

Ketiga, adanya temuan Formulir Model A3-KWK tidak diserahkan KPPS kepada Petugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Keempat, lanjut Arie, terjadinya pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 03, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, karena dipicu penggunaan Formulir Model C Pemberitahuan oleh pemilih yang tidak tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Baca Juga :  Walikota Binjai Tak Hadiri Penetapan Kepala Daerah Terpilih

Kelima, proses pendistribusian Formulir Model C Pemberitahuan kepada warga yang terdata dalam DPT tidak berjalan optomal. Sehingga hal ini memicu lonjakan jumlah pemilih pengguna KTP Elektronik sebesar 6.575 orang.

Keenam, terkait proses distribusi logistik pemilihan. Dimana menurut Arie, pihaknya ada menemukan surat suara yang dikirim ke TPS justru jumlahnya berlebih ataupun kurang.

“Meskipun ada beberapa catatan penting sebagai bahan evaluasi peningkatan kinerja KPU Kota Binjai ke depannya, namun secara umum Pilkada Kota Binjai 2020 telah berjalan dengan baik, aman, lancar, tertib, demokratis, dan terlaksana sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ungkap Arie. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here