Benih Jagung Super Hibrida BISI 99, Hasil Melimpah Untung Bertambah dan Tahan Bulai

Brebes SumateraPost.co – Marketing PT.BISI International Tbk wilayah Brebes Tegal Agung Sanjaya saat ditemui SumateraPost.co disela-sela kegiatan panen jagung dan pembuatan pupuk kompos di kelompok tani Galuh tani Desa Kalinusu (14/10/2020) mengatakan bahwa sesuai potensi areal pertanian sekitar 200 hektar sangat bagus apalagi sudah dibukanya akses jalan kelokasi pertanian oleh TMMD maka pihaknya mengharapkan tetap adanya kerjasama dengan produk kami tetap dilakukan dan bersinergi. Kami akan bermitra dengan petani dengan baik.

Banyak produk-produk kami yang lebih unggul untuk itu akan kami aplikasikan kepada khususnya para petani kelompok tani yang ada di Desa Kalinusu khususnya kelompok tani Galuh tani.

Agung menambahkan untuk masyarakat petani khususnya di Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Jawa Tengah ini dikelompok tani masih menggunakan benih produk lama kami yaitu BISI 2 ,untuk itu pihaknya sudah memperkenalkan produk-produk BISI lainnya yang gak kalah hebatnya seperti BISI 99. Dimana potensi hasil mencapai 13,7 ton pipil kering perhektar,tahan terhadap penyakit khususnya bulai busuk tongkol dan karat daun.Kemudian keseragaman tanaman sangat baik. Tipe biji semi mutiara dengan bobot 1.000 biji cukup tinggi mencapai 356 gram.

Jagung BISI 99 memiliki sifat yang seperti ini, sehingga apabila dipanen pada umur 105 hari, walaupun tidak segera digiling karena keterbatasan alat penggiling sehingga jagung dibiarkan glondong yang berada didalam karung dalam beberapa hari jagung tidak rusak, tidak mudah terkena toksin. Yakni jamur pada jagung yang menghasilkan racun, sehingga tidak baik bila jagungnya dijadikan pakan. Yang menyelamatkan kondisi ini adalah rendahnya kadar air pada saat jagung siap panen atau bahkan mulai masak secara fisiologi.

Keunggulan jagung BISI 99 yang memiliki tipikal semacam ini, tidak mengalami banyak penurunan atau susutnya berat akibat pengeringan, yakni dibawah 12 %. Dengan demikian BISI 99 mempertahankan produksinya yang tinggu karena tak banyak susut dalam proses pengeringan.

Sementara varietas lain, penyusutan akibat pengeringan bisa mencapai 30 %, sehingga yang dirasakan petani bobot pada saat panen tinggi, namun setelah dijemur penyusutan berat jagung yang banyak.

Kedua, Jagung BISI 99 juga memiliki ciri jagung yang mudah dalam penanganan pasca panen, karena memiliki ketahanan yang bagus dengan penyakit busuk tongkol. Hal ini dapat dicirikan dengan warna tongkolnya yang merah cerah dan bersih hampir tanpa “noda” atau tanpa adanya bercak-bercak kecoklatan atau putih pada tongkol jagung disaat umur 100 HST dan sterusnya.

Ditambahkan Agung , untuk pemupukan bersamaan tanam dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman terhadap serangan hama lalat bibit dan penyakit bulai. Kemudian untuk perbandingan biaya pemakaian paket anti gulma dengan tenaga kerja manusia untuk menyiang jagung seluas 1 hektar seluruhnya biaya produksi bisa ditekan.Jadi sangat jelas produk kami sangat unggul.(Sugiarto).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here