BKPRMI Kota Langsa Minta Penegak Hukum Tegas Pada Pemain Judi Higgs Domino

Langsa, SumateraPost – Ketua Badan Kemakmuran Pengurus Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Langsa meminta kepada penegak hukum lebih tegas terhadap orang atau warga yang bermain judi higgs domino jaringan internet yang mengunakan aplikasi judi melalui handphone android, permainan yang berbau judi sudah di atur Qanun Aceh (Perda) nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayah.

“Kami meminta pihak penegak Hukum bisa bersikap tegas atas penangkapan 2 orang penjual judi chip domino dan mencari agennya demi menjaga Marwah Aceh, kota Langsa khususnya, hal tersebut disampaikan oleh Ketua BKPRMI Kota Langsa, Tgk.Zubir. SPd kepada sumatera post.co, melalui warshapp, Senin, 26 April 2021.

Tgk. Zubir. SPd juga berharap kepada Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) kota Langsa supaya bisa melakukan razia rutin sehingga pemuda dan pemudi kota Langsa bebas dari judi online (permainan judi melalui handphone) dan pemainan yang berbau judi lainnya.

Baca Juga :  Baitul Mal Langsa Bangun Rumah Anak Yatim

Dalam situasi Krisis Ekonomi dan Moral sudah saatnya kita fokus dan serius dalam menjalankan hukum cambuk bagi pelaku Maisir supaya ada efek jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Seperti penangkapan yang dilakukan oleh penegak terhadap 2 (dua) orang yang menjual chip domino beberapa bulan yang lalu belum di cambuk berarti kami rasa penegak hukum kurang serius dalam menangani kasus judi online dan high Domino, sebut Tgk.Zubir.SPd.

Baca Juga :  Ketua DPP Partai NasDem Melayat Ke Kediaman Alm Tg.H.Abdullah Rasyid

Lebih lanjut Tgk. Zubir, semoga dengan Momentum bulan suci Ramadhan ini Allah swt bukakan semua pintu hati generasi Islam di Kota Langsa untuk menghindari perbuatan yang dapat mengundang murkanya Allah SWT seperti Maisir, Zina,riba serta lainnya.

Dalam UU ITE perjudian yang dilakukan secara online dalam pasal 27 ayat (2) berbunyi : setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusi, mentransmisikan, dan atau membuat dapat diaksesnya informasi atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian. Ancaman terhadap pelanggaran ini diatur dalam pasal 45 ayat (2) UU 19 tahun 2016 yakni : Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diakses informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 27 ayat (2) dipidana dengan penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 1 miliyar.

Baca Juga :  Pastikan Situasi Aman Terkendali, Regu Siaga Polres Simeulue Terus Lakukan Patroli

Pada Qanun ( Perda) Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayah, pasal 20 yang menerangkan, setiap orang yang dengan sengaja menyelenggarakan menyediakan, fasilitas,atau membiayai Jarimah maisir sebagaimana dimaksud dalam pasal 18 dan pasal 19 di ancam dengan Uqubat Ta’zir cambuk paling banyak 45 kali dan atau denda paling banyak 450 gram emas murni dan atau penjara paling lama 45 bulan.(Mustafa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here