Boen Hian Tong Gelar Webinar Sin Ci Gus Dur

SumateraPost, Semarang – Perkumpulan Boen Hian Tong (Rasa Dharma) Semarang akan menggelar perayaan sembahyangan King Ho Ping, di Gedung Rasa Dharma, Gang Pinggir 31, Semarang, Minggu (13/9). Perayaan King Ho Ping di Rasa Dharma punya ciri khas tersendiri, di BHT kegiatan ini mengedepankan sesi refleksi dengan mengenang dan mendoakan para arwah dengan doa yang dilakuan dalam nuansa lintas agama.

Menurut Ling Ling dari Boen Hian Tong mengatakan, karena perayaan King Ho Ping tahun ini dalam suasana pandemi dilakukan secara tertutup yang hanya dilakukan oleh pengurus dengan jumlah yang terbatas. “Meski demikian, masyarakat umum tetap dapat menitipkan nama almarhum/almarhumah yang ingin didoakan. Sedangkan acara sembahyagan dan doa akan berlangsung pada hari Minggu (13/9) pukul 10.00WIB ,” papar Ling Ling.

Willy Leo Santiko menambahkan, karena sesi acara refleksi bersama dan doa lintas agama yang biasanya langsung, tahun ini akan diganti diadakan secara virtual melalui Zoom Webinar. Kegiatan Webinar ini akan mengusung tema: “Sinci Gus Dur dalam Perspektif Spiritual Agama dan Penghayat” ini akan berlangsung Minggu, 13 September 2020, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.

Willy yang juga akan bertindak sebagai moderator dalam acara ini, menambahkan, Webinar ini akan tampil para pemuka-pemuka 6 agama dan juga tokoh penghayat antara lain; ), Xs. Budi S Tanuwibowo (Ketua Dewan Rohanian Matakin), Bkh Cattamano Mahathera (Ketua Vihara Tanah Putih Semarang), Romo Ed Didik SJ (Pastor Kepala Paroki Bongsari Semarang), Drs,KH. Mustam Aji ,MM Ketua FKUB Kota Semarang), Noen Soeyono (Presedium Pusat MLKI) I Ngengah Wiria D, SH, MH (Ketua PHDI Kota Semarang), Pendeta Sediyoko, M.Si (Ketua Umum PGKS), juga Anita Wahid dari Jaringan Gusdurian dan Harjanto Halim, Ketua BHT yang juga jadi tuan rumah penyelenggara acara.

Kegiatan ini,lanjut Willy, mengusung tema Sinci Gusdur,karena p ada altar utama Gedung Boen Hian Tong yang terdapat patung dewa-dewa terdapat 25 sinci, salah satunya terdapat sinci bertuliskan nama Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid. “Ini merupakan bukti penghormatan masyarakat Tionghoa kepada Gus Dur sebagai bapak Tionghoan Indonesai sekaligus bapak pluralitas,” terang Willy mengunci perbincangan. (Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here