Boen Hian Tong Taja Diskusi dan Bedah Buku “Pecinan di Pecinan”

0

SumateraPost, Semarang – Perkumpulan Rasa Dharma alias Boen Hian Tong menggandeng Elsa dan Pasar Imlek Semawis menaja Diskusi dan Bedah buku berajuk : “Pecinan di Pecinan” karya Tedi Kholiludin. Gelaran dalam dalam rangka menyambut Imlek dan memperingati Dasa Warsa Haul Gusdur ini akan ditaja di Gedung Rasa Dharma, Gang Pinggir, Pecinan, Semarang, Sabtu 18 Januari 2020, mulai pukul 10:00 WIB – 12:00 WIB.

Hermawan Honggo, dari pihak penyelenggara , Boen Hian Tong, mengatakan, akan tampil dalam diskusi dan bedah buku ini, Tedi Kholiludin (Penulis Buku). Usdtaz Tedi dikenal sebagai seorang cendikia yang memiliki minat pada kajian Agama, Pluralisme dan Hak Asasi Manusia. Kiprahnya juga melakukan monitoring terhadap Kebebasan Beragama di Jawa Tengah sejak 2009-sekarang. “Beliau beberapa kali melakukan riset tentang konflik dan perdamaian yang beberapa diantaranya diterbitkan dalam bentuk buku,”terangHermawan Honggo aktivis di Boen Hian Tong.

Tampil sebagai pemantik dalam diskusi ini, lanjut Honggo, adalah Ketua Confusius Wisdom Semarang Agung Kurniawan. Sosok ini dikenal sebagai Inisiator Kantin Kebajikan yang merupakan kegiatan berbagi makan siang di kawasan Pecinan bagi orang-orang yang membutuhkan. “Beliau juga aktif dalam kegiatan-kegiatan terkait pemuda dan kebudayaan,” beber Hermawan.

Pematik diskusi lainnya lainnya, Asrida Ulinuha, sosok ini dikenal sebagai pemerhati masyarakat dan budaya Tionghoa. “Beliau salah satu orang non Tionghoa yang aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan maupun kebudayaan di Pecinan Semarang,” jelas Hermawan.

Sedangkan yang akan menggawangi dan menjadi pemandu lalu lintas diskusi, yaitu; Setyawan Budi, yang merupakan koordinator PELITA (Persaudaraan Lintas Agama) Semarang.

Diskusi dan bedah buku ini, lanjut Hermawan Honggo, bertujuan untuk membuka wawasan masyarakat tentang keselarasan hubungan antar warga Tionghoa dan warga Semarang umumnya dan santri khususnya. “Walau pun berbeda tetapi dalam keseharian antar warga hidup selaras berdampingan. Mudah-mudahan dengan diskusi dan bedah buku karya Ustaz Tedi Kholiludin ini bisa menjadi titik tolah salah satu bagian dalam menciptakan toleransi dan kerukunan umat beragama,” uajr Hermawan Honggo mengunci perbincangan.(Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here