Boneka Cantik dari India, Boleh Dilihat Tak Boleh Dipegang

SumateraPost – Sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan Elia Khadam itu pas buat menggambarkan penyair India.

Tiga penyair cantik dari India ini siap “chaiyya-chaiyya” di Tegal Mas Island Festival Puisi Internasional, 24-26 Januari 2020.

Ketiga penyair cantik ini bersama dua penyair India lain, Shaji Haneef dan Liyana Sahar akan tiba d Lampung pada 24 Januari 2020 pukul 13.35 lalu menuju Tegal Mas Island.

Mereka adalah Babitha, Lishan Siddra yang masih berusia 11 tahun, dan Lamuya Anjum (19) mahasiswa Kedokteran Hewan.

Berikut biodata tiga penyair India.    Babitha adalah dari KV Mohammed dan KP Zainab. Ia menyelesaikan pendidikan di Ponnani Girls High School, MES College, Calicut University dan mengambil gelar master perdagangan. Keluarganya berada di Dubai selama lebih 20 tahun.

Dia bekerja sebagai partner and administrator di perusahaan Tack & Track.

Dia gemar membaca dan menulis,

Minatnya yang kuat dalam menulis sudah muncul sejak usia dini.

Babitha mengekprsikan bakatnya lewat beberapa artikel, cerita pendek, cerita tentang pengalaman dan banyak lagi.

Karya-karya puisinya terhimpun dalam For My Daughter (Lipi Books).

Lishan Siddra (11) menetap di Dubai. Memempuh pendidikan di Gems Our Own Indian School.

Dia individu yang sangat cakap dalam bidang menyanyi, menari, menulis.

Ketertarikannya pada menulis karena perhatian di hari-hari belakangan ini sebagian besar memotivasi dirinya agar tidak suntuk.

Seperti yang diharapkan, itu bisa menjadi inspirasi yang datang dari keluarganya..Karena mereka memiliki sejarah sastra berasal dari mereka.

Koleksi tulisan-tulisannya akan diterbitkan bernama Kindied lines.

Dia memenangkan banyak  penghargaan untuk menari, bernyanyi, dan lain-lain.

Lamiya Anjum, gadis berusia 19 tahun belajar di bidang Kedokteran Hewan Ilmu Kedokteran Hewan dan Universitas KVAFSU dan dibesarkan di dubai, dimana dia bersekolah di Gems Our Own Indian School.

Kelahiran 17 Maret 2000 ini telah menerima beberapa hadiah dan penghargaan dalam bidang sastra, olahraga,.dan tari.

Dia membangun minat dalam menulis pada usia 13 di mana observasi menjadi subjek utamanya.

Pendekatannya pada setiap subjek berbeda dengan yang dia mulai menulis dari sudut pandang yang berbeda dan perspektif

Buku pertamanya dirilis pada  November 2017, berjudul  Unspoken.

Sejumlah besar pengapresiasi  telah menerjemahkan ke dalam versi Tamil pada 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here